Dampak Kesehatan dan Sosial Onani Setiap Hari Menurut Dokter Saddam Ismail

AKURAT.CO Dokter Saddam Ismail memperingatkan tentang bahaya onani atau masturbasi setiap hari bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.
Dalam sebuah video, dia menyoroti tanda-tanda kecanduan onani dan dampak negatifnya.
Menurut dr. Saddam, ada beberapa tanda kecanduan onani yang perlu diwaspadai, termasuk penggunaan waktu yang berlebihan untuk kegiatan tersebut, selalu memikirkan onani, dan menggunakannya sebagai cara untuk melepaskan pikiran negatif.
Kecanduan onani bisa mengakibatkan cedera pada organ reproduksi, seperti iritasi, radang, dan bahkan risiko infeksi.
Selain itu, kehidupan sosial seseorang juga dapat terganggu karena lebih memilih onani daripada berinteraksi dengan orang lain.
Efek negatif dari kecanduan onani juga bisa mempengaruhi kinerja di tempat kerja, seperti terlambat datang atau terganggu dalam melakukan tugas-tugas pekerjaan.
Hal ini dapat menyulitkan seseorang dalam mencapai kesuksesan dalam karirnya.
Selain itu, kecanduan onani juga dapat mempengaruhi hubungan romantis seseorang, karena bisa menimbulkan rasa tidak puas terhadap pasangan dan meningkatkan fantasi seksual yang tidak realistis.
Dokter Saddam menekankan pentingnya untuk mencari pertolongan jika seseorang merasa kecanduan onani dan mengalami dampak negatifnya.
Konsultasi dengan dokter atau psikolog dapat membantu seseorang mengatasi kecanduan tersebut dan memulihkan kesehatan mental dan fisiknya.
"Jadi teman-teman jika sudah mengganggu Ya sebaiknya minta pertolongan dokter ataupun psikolog ataupun dokter spesialis kejiwaan ataupun teman-teman misalkan malu untuk berkonsultasi ya sebaiknya cari cara untuk mengatasinya dulu sendiri ya baru nanti kalau memang tidak bisa ya Mintalah pertolongannya ataupun konsultasi," ujarnya.
Artikel ini mengingatkan pembaca akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik dengan cara yang sehat dan seimbang, serta mencari bantuan jika diperlukan dalam mengatasi masalah kecanduan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





