Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk dalam Perspektif Ganjar Pranowo saat Debat Capres Pamungkas

AKURAT.CO Dalam debat capres pada Minggu (4/2/2024), salah satu topik yang dibahas adalah stunting dan gizi buruk.
Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyebut bahwa stunting dan gizi buruk tidak sama.
Mari kita pahami perbedaan keduanya:
1. Stunting
- Definisi: Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama. Biasanya, ini terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
- Waktu Terjadi: Permasalahan stunting mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat ketika anak menginjak usia dua tahun.
- Dampak: Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga berhubungan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal. Ini dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar anak.
2. Gizi Buruk
- Definisi: Gizi buruk terjadi ketika anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Ini merupakan kondisi serius ketika asupan makanan anak tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi.
- Penyebab Utama: Kekurangan asupan makanan yang berkualitas baik, biasanya karena tidak tersedianya bahan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan.
- Dampak: Anak gizi buruk memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dan pertumbuhan yang terhambat. Jangka panjang, gizi buruk dapat mengakibatkan gangguan metabolisme, kekebalan tubuh yang rendah, dan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal.
Kesimpulan
- Stunting lebih menekankan pada pertumbuhan terhambat dan perkembangan otak yang tidak optimal.
- Gizi buruk lebih berfokus pada kekurangan asupan gizi yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Ganjar Tak Setuju Program Rivalnya Soal Pencegahan Stunting
Dalam mengatasi stunting, penting untuk memperhatikan asupan gizi sejak dalam kandungan.
Namun, gizi buruk terjadi setelah lahir dan memerlukan perhatian lebih terhadap asupan makanan yang berkualitas.
Semoga pemahaman ini membantu kita dalam memperbaiki kondisi gizi anak-anak di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








