Akurat

Apa Itu Sleep Apnea? Penyakit Yang Diidap Presiden Joe Biden

| 22 Agustus 2023, 08:49 WIB
Apa Itu Sleep Apnea? Penyakit Yang Diidap Presiden Joe Biden

AKURAT.CO Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengumumkan dirinya didiagnosis menderita sleep apnea. Hal ini membuatnya harus menggunakan alat CPAP atau Continuous Positive Airway Pressure.

Apa itu sleep apnea? Berikut ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, jenis-jenis, gejala yang muncul, penyebab yang mendasarinya, metode diagnosa serta opsi pengobatan yang tersedia.

Apa Itu Sleep Apnea?

Adalah gangguan tidur yang serius yang memengaruhi pola pernapasan seseorang selama tidur. Gangguan ini dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental penderitanya. Dapat terjadi pada berbagai tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga parah, dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

Jenis-jenis Sleep Apnea

Terdapat dua jenis utama yang umum terjadi yakni obstruktif dan sentral.

1. Sleep Apnea Obstruktif

Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Pada kondisi ini, otot-otot di belakang tenggorokan relaks saat tidur, sehingga mengakibatkan penyempitan atau penyumbatan saluran udara. Ini menghambat aliran udara normal dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan sementara. Gejala yang muncul meliputi suara mendengkur keras dan interupsi tidur yang berulang.

2. Sleep Apnea Sentral

Jenis ini lebih jarang terjadi dan terkait dengan sistem saraf pusat. Pada sleep apnea sentral, otak gagal mengirimkan sinyal yang tepat kepada otot-otot pernapasan, sehingga mengakibatkan berhenti napas sementara. Penderitanya mungkin tidak mengeluarkan suara mendengkur dan gejala dapat lebih sulit dikenali.

Gejala Sleep Apnea

Gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan mungkin tidak selalu terlihat oleh penderitanya. Beberapa gejala umum meliputi:

- Mendengkur keras dan terputus-putus

- Bangun dengan sensasi tersedak atau sesak napas

- Bangun dengan sakit kepala pagi

- Kesulitan berkonsentrasi dan merasa lelah sepanjang hari

- Gangguan tidur malam yang sering

- Gangguan ereksi pada pria

- Perubahan suasana hati dan iritabilitas

Penyebab Sleep Apnea

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:

1. Kelebihan Berat Badan

Orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan cenderung memiliki jaringan lemak yang lebih banyak di sekitar tenggorokan, yang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara.

2. Struktur Anatomi Tenggorokan

Faktor genetik atau perbedaan struktur alami tenggorokan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penyempitan saluran udara.

3. Usia

Risiko sleep apnea cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

4. Konsumsi Alkohol dan Obat Tidur

Konsumsi alkohol dan obat tidur dapat merelaksasi otot-otot tenggorokan, meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan saluran udara.

Diagnosis dan Pengobatan

Jika seseorang mengalami gejala yang mencurigakan, dokter mungkin akan merekomendasikan serangkaian tes untuk mendiagnosis sleep apnea. Tes tersebut meliputi polisomnografi (tes tidur semalam) dan tes oksimetri (pengukuran kadar oksigen dalam darah).

Pengobatan sleep apnea bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

1. Perubahan Gaya Hidup

Menurunkan berat badan, menghindari alkohol dan obat tidur, serta menjaga posisi tidur yang baik dapat membantu mengurangi gejala.

2. Penggunaan Alat Bantu Pernapasan

Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) adalah metode umum yang melibatkan penggunaan alat yang membantu menjaga saluran udara tetap terbuka selama tidur.

3. Terapi Tekanan Positif

Terapi ini membantu mencegah jeda napas dengan memberikan tekanan udara yang lembut.

4. Pembedahan

Pada kasus-kasus tertentu, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan saluran udara.

Sleep apnea adalah gangguan serius yang dapat memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, banyak penderita sleep apnea dapat merasakan perbaikan yang signifikan dalam tidur dan kesehatan umum mereka. Jika merasa memiliki gejala sleep apnea, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R