Akurat Logo

7 Penyebab Skoliosis, Penyakit Yang Dialami Oleh Fuji

Izqi | 3 Agustus 2023, 22:00 WIB
7 Penyebab Skoliosis, Penyakit Yang Dialami Oleh Fuji

AKURAT.CO Skoliosis merupakan salah satu kondisi tulang belakang yang berbentuk melengkung atau sedikit menyamping sehingga terlihat tidak normal. Kebanyakan kasus, belum diketahui secara pasti penyebab skoliosis tersebut pada seseorang.

Jika termasuk dalam masalah tulang, memang tidak bisa dicegah dan dianggap tidak berhubungan dengan hal lainnya. Seperti postur tubuh yang buruk, dampak dari olahraga, serta diet.

Salah satu penyebab skoliosis sendiri adalah faktor keturunan atau gen yang dapat membuat seseorang lebih rentan memiliki bentuk tulang yang berbeda. Oleh sebab itu, ada banyak penyebab yang perlu diketahui karena bisa muncul tanpa kamu sadari.

Penyebab Skoliosis 

Mengutip berbagai sumber, Kamis (3/8/2023), berikut ini sejumlah penyebab skoliosis yang menjadi salah satu penyakit dialami oleh Fuji dan diperbincangkan banyak orang, diantaranya adalah:

1. Lumpuh otak

Gangguan fungsi saraf hingga mengalami lumpuh otak juga menjadi penyebab skoliosis yang bisa berkembang dengan cepat. Untuk menghindari hal tersebut, harus segera diperlukan pembedahan.

Lumpuh otak sendiri merupakan kerusakan otak pada bayi dan anak yang menyebabkan gangguan gerak motorik.

2. Kondisi genetik

Bukan hanya penyakit biasa, namun penyebab skoliosis dikarenakan adanya faktor keturunan dari orang tua. Menurut penelitian, sebagian besar orang tua yang menderita skoliosis maka akan menurun ke anaknya juga.

Kondisi genetik yang bisa menyebabkan skoliosis tersebut adalah duchenne muscular dystrophy (DMD). Sebutan DMD adalah penyakit yang membuat otot semakin lemah hingga memungkinkan mengalami kecacatan.

3. Kelainan sumsum tulang belakang

Selanjutnya, penyebab skoliosis juga karena adanya kelainan sumsum tulang belakang yang terjadi akibat tidak sempurnanya pembentukan ruas tulang belakang. Oleh sebab itu, kondisi tulang belakang bisa melengkung ke samping dan terlihat tidak normal.

4. Postur tubuh yang buruk

Sebenernya belum diketahui secara pasti, apakah postur tubuh yang buruk bisa menjadi penyebab skoliosis pada seseorang. Namun memang ada kebiasaan buruk yang diduga menyebabkan skoliosis, seperti membawa tas berat di punggung atau duduk tidak tegak saat bekerja.

5. Spina bifida

Selanjutnya adalah spina bifida yaitu kondisi tulang belakang dan sumsum pada bayi tidak berkembang secara normal atau tidak sempurna. Dengan demikian, bayi akan bertumbuh besar dengan kelainan kondisi ruas tulang belakang yang disebut sebagai skoliosis.

6. Infeksi tulang belakang

Penyebab skoliosis berikutnya adalah infeksi tulang belakang yang bisa berkembang akibat suatu trauma yang terjadi. Trauma itu adalah usai prosedur urologi maupun adanya infeksi pada organ sekitar tulang belakang.

Seringkali infeksi juga disebabkan oleh sejumlah bakteri berbahaya yang bisa menyebar melalui aliran darah. Kemudian struktur tulang belakang yang terinfeksi, dapat menimbulkan kecacatan seperti skoliosis.

7. Memiliki riwayat operasi dinding dada ketika bayi

Ketika bayi sudah memiliki riwayat tumor, infeksi dinding dada, hingga trauma pada dinding bayi, maka bisa menjadi penyebab skoliosis ketika tumbuh besar. Kondisi tersebut juga harus membutuhkan operasi bedah dinding dada agar dapat mengangkat bagian yang terinfeksi.

Menurut penelitian, seseorang yang memang memiliki riwayat bedah dinding dada tersebut akan memiliki kemungkinan besar mengalami skoliosis. Risiko tersebut juga akan terus meningkat saat bedah dilakukan pada tulang rusuk keenam atau lebih.

Itulah penjelasan lengkap mengenai penyebab skoliosis pada tubuh seseorang sehingga tulang pada bagian punggung melengkung. Meskipun skoliosis tidak dapat dicegah, namun kamu tetap bisa memperbaikinya secara perlahan dengan cara olahraga rutin seperti berenang atau latihan kekuatan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Izqi
P