Mengapa Perempuan Lebih Sensitif Saat Menstruasi? Simak Alasannya!

AKURAT.CO Tidak hanya menyebabkan gejala dan rasa sakit pada fisik, seperti adanya rasa nyeri, kram, dan tubuh yang pegal, menstruasi pada wanita juga bisa menyebabkan gejala emosional. Ini dapat ditunjukkan dengan perubahan suasana hati yang buruk dan lebih sensitif terhadap sesuatu.
Perasaan lebih sensitif ini biasanya berlangsung selama tiga hari di awal menstruasi dan biasanya disertai dengan rasa sakit pada tubuh. Disadari atau tidak, perubahan mood ini ternyata umum terjadi dan ada penjelasannya secara ilmiah, lho!
Disebabkan Hormon Dalam Tubuh
Perempuan bisa menjadi lebih sensitif saat sedang menstruasi karena disebabkan oleh hormon estrogen. Hormon yang bersifat fluktuatif ini ternyata mengambil peran besar. Ini disebabkan adanya naik-turun perubahan hormon yang terjadi pada dalam tubuh.
Ketika fase ovulasi atau lepasnya sel telur, hormon estrogen dalam tubuh akan mencapai kadar paling tinggi. Jika pada ovulasi tidak terjadi pembuahan, tubuh akan masuk fase pramenstruasi yang menyebabkan hormon estrogen menurun secara drastis dan bisa menaik lagi.
Selain itu, hormon estrogen juga mempengaruhi otak dengan mempengaruhi produksi sekaligus efek dari endorfin dan serotonin. Endorfin sendiri merupakan unsur pada otak yang berperan menghadirkan kenyamanan dan kesenangan, sementara serotonin berperan dalam pola tidur, suasana hati, dan nafsu makan.
Efek dari hormon ini berbeda pada setiap orangnya, ada wanita yang bisa sangat berubah menjadi lebih sensitif dan ada juga yang bersikap seperti biasa. Sama seperti rasa sakit yang memiliki dampak berbeda tergantung kesehatan jasmaninya.
Cara Mengatur Mood Ketika Menstruasi
Adapun cara untuk mengendalikan perasaan ketika menstruasi agar tidak lepas kendali. Bisa dengan mencoba beberapa cara berikut agar perubahan mood tidak mengganggu jalannya aktivitas.
- Rutin berolahraga, terlebih ketika sedang berada pada fase pramenstruasi.
- Perbanyak asupan cairan tubuh.
- Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
- Hindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, cokelat, minuman bersoda, dan teh.
- Sediakan camilan sehat di antara jadwal makan utama.
- Mengonsumsi susu rendah lemak guna mencukupi kebutuhan vitamin D dan kalsium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah



