Akurat Logo

3 Tahap Masa Puber Wanita, Usia Berapa Saja Ya?

| 13 Februari 2023, 14:17 WIB
3 Tahap Masa Puber Wanita, Usia Berapa Saja Ya?

AKURAT.CO, Pubertas merupakan fase atau masa di mana anak akhirnya mencapai kematangan reproduksinya. Pada masa pubertas, sistem tubuh lain juga matang selama periode ini. Bahkan di masa ini otak akan mengalami perkembangan yang cepat. Masa pubertas tidak hanya terjadi pada laki-laki melainkan wanita juga. Ternyata tahap masa puber wanita terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.

Selama masa puber, perubahan dalam tubuh wanita disebabkan oleh hormon. Perubahan tersebut akan terjadi secara berbeda untuk setiap remaja. Lalu bagaimana tahap masa puber wanita? Yuk, cari tahu penjelasannya!

Tahap Masa Puber Wanita

Masa puber wanita pertama

Biasanya tahap masa puber wanita pertama ditandai dengan perubahan fisik dan menstruasi. Ini merupakan proses normal yang terjadi dalam rentang usia sekitar 9-14 tahun. Selain terjadi proses menstruasi, bagian dari masa puber wanita juga terjadi pada perubahan bentuk payudara wanita.

Hal yang wajar jika biasanya pertumbuhan payudara dimulai dari satu sisi dan tidak langsung keduanya. Umumnya ini terjadi ketika payudara terasa agak lunak atau sakit dan seiring berjalannya waktu pertumbuhan serta nyeri payudara yang tidak merata akan membaik dengan sendirinya. Selain itu, masa puber wanita juga ditandai dengan tumbuhnya rambut di area genital, ketiak dan kaki.

Dilansir dari Health Children, bahwa sekitar 15 persen masa pubertas yang terjadi pada wanita diawali dengan tumbuhnya rambut kemaluan, dan disusul dengan perubahan payudara.

Kebanyakan dari anak perempuan mengalami percepatan pertumbuhan pada usia yang lebih muda daripada anak laki-laki. Bahkan tingkat pertumbuhan tinggi badan tercepat biasanya terjadi di saat payudara mulai berkembang dan 6 bulan sebelum terjadinya menstruasi. Begitu mengalami menstruasi sebagai masa puber wanita pertama maka pertumbuhannya akan mulai melambat.

Masa puber wanita kedua

Tahap masa puber wanita, kedua terjadi sekitar usia 30-40 tahun.  Namun, seorang dokter Ob-Gyn Anna Targonskaya, mengatakan bahwa masa puber wanita seluruhnya dimulai pada usia 20-an.

Ketika memasuki usia 20an, setiap orang akan lebih banyak melakukan aktivitas dan melewati berbagai perubahan pada dirinya. Hal ini menjadi penyebab mengapa wanita bisa dengan mudah mengabaikan perubahan fisik yang terjadi pada tubuhnya.

Di masa ini, noda pada kulit dan garis garis halus di wajah akan mulai bermunculan. Selain itu berat badan juga bisa bertambah yang harus diikuti dengan perubahan pola makan serta rutinnya olahraga. Pada masa ini masalah jerawat pun akan lebih banyak menyerang dari biasanya, sama seperti remaja puber.

Masa puber wanita ketiga

Selama masa puber ketiga, wanita akan mengalami perubahan besar. Masa ini terjadi ketika memasuki usia 30-40 tahunan dan mengacu pada perimenopause dan menopause. Di usia ke 30-an ini, kesuburan wanita akan mulai menurun apalagi ketika memasuki usia ke 35. Selain siklus haid mulai bermasalah, saat memasuki dekade ini pendarahan yang tidak seperti biasanya bisa terjadi. Bahkan perubahan fisik, pada wanita usia 30-an akan terjadi masalah mental yang ditandai dengan merasa stres saat harus memikul banyak tanggung jawab dalam keluarga, kehidupan sosial dan juga di tempat kerja.

Dalam fase menopause terkadang dianggap sebagai fase yang tenang namun perubahan suasana hati akan lebih kompleks dan berbeda dari biasanya. Kepadatan tulangpun akan berkurang karena menurunnya kadar esterogen yang dapat menurunkan sejumlah kalsium yang akhirnya menjadi penyebab osteoporosis. Paling utama pada masa puber di usia 40 tahun-an ini akan mengalami penurunan dorongan seks. Hal ini dikarenakan penurunan gairah seks dan kekeringan pada vagina.

Nah, itulah beberapa tahap masa puber wanita yang umum terjadi. Semoga dengan membaca artikel ini dapat memberikan Anda wawasan dan pengetahuan yang luas mengenai perubahan pada wanita yang terjadi karena masa pubertas.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.