5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Campak

AKURAT.CO Campak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan tentu sangat menular. Infeksi virus campak tidak akan langsung terlihat gejalanya. Saat seseorang terinfeksi virus campak, tetapi akan muncul setelah satu minggu hingga dua minggu. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, campak bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Maka dari itu perlu memperhatikan hal yang harus dihindari saat campak.
Campak juga termasuk penyumbang angka kematian terbesar setiap tahunnya, meski jumlahnya kini terpantau mengalami penurunan semenjak program imunisasi campak mendapat perhatian khusus. Walaupun biasanya menyerang balita dan anak-anak, tidak menutup kemungkinan jika orang dewasa juga bisa terkena campak.
Gejala Campak
Selain menyebabkan muncul ruam di beberapa bagian tubuh, penderita campak juga sangat berpotensi untuk mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terletak di leher. Banyak gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengalami penyakit campak seperti mata yang memerah, memiliki tanda seperti akan mengalami flu yaitu radang tenggorokan, hidung yang selalu mengeluarkan cairan dan juga hidung akan tersumbat, serta demam dan terdapat bercak putih keabu-abuan pada mulut atau tenggorokan.
Hal Yang Harus Dihindari Saat Campak
Saat menderita campak, ada beberapa pantangan yang perlu kamu hindari. Jika pantangan ini tidak dipatuhi, dikhawatirkan gejala campak yang dialami bisa semakin parah atau bahkan menular ke orang lain. Yuk, kita kenali beberapa hal yang harus dihindari saat campak!
1. Makan Gorengan Dan Banyak Garam
Makanan berminyak akan meningkatkan risiko iritasi dan radang tenggorokan. Ini dapat menyebabkan batuk dan peradangan yang tentunya bukanlah hal baik untuk pengidap campak. Sementara itu, makanan dengan kandungan garam tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan masa inkubasi virus campak di dalam tubuh menjadi semakin lama.
2. Jarang Minum Air Putih
Jarang minum air putih atau kekurangan mineral merupakan hal yang harus dihindari saat campak. Dehidrasi akan membuat kulit kering dan membuat ruam campak semakin gatal. Hindari juga mengonsumsi minuman manis dan kaya kafein. Sebagai gantinya, minumlah banyak air putih, jus buah segar, dan susu.
3. Lingkungan Ramai
Jika kamu sedang campak, dianjurkan untuk menghindari lingkungan ramai yang banyak orang dan padat. Selain untuk menghindari adanya penularan, menghindari keramaian juga akan melindungi diri dari paparan virus lain yang bisa memperparah keadaan. Bagi penderita campak, virus campak ada di setiap percikan cairan yang keluar dari tubuh, jadi usahakan untuk tetap berada di rumah dan hindari lingkungan ramai.
4. Berbagi Barang Pribadi
Tingkat penularan campak sangatlah tinggi, maka hindari sharing barang pribadi dengan orang lain. Gunakan barang pribadi hanya untuk diri sendiri. Ini dikarenakan barang pribadi berpotensi terkontaminasi air liur atau percikan dari saluran pernapasan. Contoh barang pribadi adalah handuk, sikat gigi, perlatan makan dan minum, serta alat tidur.
5. Jarang Mandi
Banyak orang berpikir saat sakit harus menurunkan kuantitas mandi, padahal mandi adalah satu cara penting untuk membersihkan tubuh dan memunculkan rasa segar. Kebiasaan jarang mandi ini adalah hal yang harus dihindari saat campak. Apabila demam masih berlangsung, bisa dengan opsi membasuh menggunakan handuk hangat tetapi jangan digosok terlalu keras.
6. Jangan Memakai Baju Yang Tebal
Saat terkena campak, dianjurkan untuk memakai baju yang tipis. Pilih bahan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat agar rasa gatal-gatal yang ditimbulkan dari penyakit campak ini bisa berkurang. Jika menggunakan baju yang tebal, hanya akan membuat tubuh semakin gatal dan tidak menyerap keringat.
7. Terkena Cahaya Berlebih
Hal yang harus dihindari saat campak lainnya adalah terkena cahaya terang secara berlebihan. Cahaya yang dimaksud dapat berupa sinar matahari atau sinar dari layar gawai (gadget). Dikutip dari Mayo Clinic, ketika virus campak mulai menyebar, beberapa penderitanya dapat mengalami sensitivitas terhadap cahaya. Tentu hal ini dapat mengganggu kenyamanan mereka.
8. Penggunaan Kipas Angin
Salah satu kekhawatiran yang muncul ketika penderita campak terkena angin adalah mudahnya virus menyebar lewat udara dan membuat orang lain tertular. Dikutip dari Healthline, droplet (cairan atau cipratan liur) yang dikeluarkan penderita campak saat bersin dapat menyebar di udara. Partikel-partikel kecil tersebut juga bisa menempel di permukaan atau benda-benda di dekatnya.
9. Tidak Menutup Mulut Saat Batuk Dan Bersin
Penularan campak sangat cepat dan mudah terjadi. Tidak menutup mulut saat batuk dan bersin merupakan hal yang harus dihindari saat campak, ini dikarenakan akan memperbesar kemungkinan campak terjadi. Seperti yang diketahui bahwa penularan campak bisa melalui droplet yang bisa dikeluarkan lewat batuk dan bersin. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





