Maia Estianty Terjangkit GERD, Apakah GERD Sama Dengan Asam Lambung

AKURAT.CO Melalui sebuah unggahan di Instagram, penyanyi Maia Estianty mengabarkan dirinya terkena GERD.
Gara-gara GERD tersebut, Maia Estianty sampai harus dilarikan ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Tengah malam, ia diangar anak bungsunya Dul Jaelani.
"Pertama kali kena GERD... ampun deh.. sakitnya...," tulis Maia di akun @maiaestiatyreal, dikutip pada Senin (28/3/2022).
Lalu, GERD penyakit seperti apa, samakah dengan asam lambung, apa saja penyebab dan bagaimana mengobatinya?
Menurut laman Halodoc, penyakit GERD atau (Gastroesophageal Reflux Disease), dikenal juga sebagai penyakit asam lambung.
Dikutip dari Mayo Clinic, GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal reflux disease. Penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik menuju saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung atau esofagus.
Naiknya asam lambung ini mengiritasi dinding esofagus, sehingga terasa panas dan perih.
Naiknya asam lambung pada banyak orang adalah hal yang umum terjadi. Namun pada GERD, hal ini terjadi setidaknya dua kali dalam sepekan dengan ringan, dan setidaknya sekali sepekan dengan skala sedang hingga berat.
Rasa tidak nyaman akibat GERD bisa diatasi dengan modifikasi gaya hidup maupun obat-obatan sehari-hari yang dijual bebas atau over the counter (OTC). Namun pada sebagian orang, butuh pengobatan lebih lanjut atau bahkan operasi.
Ada beberapa penyebab yang dapat memicu kondisi GERD pada seseorang, antara lain
Kondisi Kesehatan Seseorang
Seseorang yang mengalami kondisi obesitas, hernia hiatal, kehamilan, dan mengalami scleroderma menjadi beberapa pemicu seseorang mengalami GERD.
Gaya Hidup Buruk
Selain kondisi kesehatan, gaya hidup atau kebiasaan buruk yang dijalani dalam jangka waktu yang cukup panjang juga bisa menjadi penyebab GERD. Mulai dari merokok, makan terlalu banyak saat malam hari, mengonsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam, mengonsumsi minuman yang bersoda, mengandung alkohol, atau kafein, hingga mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.
Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi refluks asam. Jangan lupa untuk selalu menjaga kondisi berat badan tetap sehat. Kondisi obesitas yang tidak diatasi menjadi pemicu penyakit GERD. Untuk itu, jangan lupa tetap rutin melakukan olahraga secara mandiri di rumah.
Bagi kamu perokok aktif, sebaiknya hindari atau hentikan kebiasaan ini. Merokok mampu menurunkan kemampuan cincin otot antar lambung dan kerongkongan, untuk berfungsi optimal.
Agar penyakit GERD atau asam lambung bisa ditangani sesegera mungkin, kamu perlu mengenali gejalanya.
Berikut ini gejala GERD yang perlu diketahui:
- Rasa terbakar di dada, biasanya terjadi setelah makan dan bisa memburuk di malam hari
- Nyer dada
- Kesulitan menelan
- Regurgitasi makanan atau cairan asam
- Terasa seperti ada benjolan di tenggorokan.
- Batuk kronis
- Sering mengalami eadang tenggorokan
- Asma baru atau memburuk
- Gangguan tidur
Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri dada, terutama jika disertai sesak napas, atau nyeri rahang maupun lengan.
Bukan tidak mungkin, ini menandakan serangan jantung. Segera temui dokter jika:
- Mengalami gejala GERD yang sering dan parah.
- Sampai harus minum obat OTC lebih dari dua kali sepekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





