Yuk Hidup Sehat, Ini Langkah Sederhana Berhenti Makan Junk Food
AKURAT.CO, Secara naluriah, orang memang lebih menyukai makanan yang manis, murah, dan tanpa kalori sehingga industri makanan telah berevolusi untuk memenuhi selera tersebut. Bahkan sebagian besar makanan diolah untuk membuatmu ketagihan.
Jika makanan-makanan ini dikategorikan makanan sehat, tentu itu tidak menjadi masalah. Faktanya, orang yang mengonsumsi banyak makanan olahan ini memiliki risiko kematian dini yang lebih besar akibat penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, atau stroke, menurut sebuah studi tahun 2020.
Studi yang sama mengungkapkan bahwa semakin banyak makanan olahan yang dikonsumsi, semakin buruk risiko kesehatannya.
Tapi, tidak ada kata terlambat untuk mulai mengurangi konsumsi makanan olahan dalam diet kamu. Bahkan jika kamu mengidam di luar kendali, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mulai menghentikan kecanduan junk food dan menjalani hidup yang lebih sehat. Mulailah dengan berhenti mengonsumsi junk food favoritmu.
"Identifikasi makanan pemicu terburuk dalam hidup yang benar-benar menyebabkan kamu kehilangan kendali, dan coba atasi terlebih dahulu," kata Michael Moss, penulis buku "Hooked: Food, Free Will, and How the Food Giants Exploit Our Addictions," dikutip AKURAT.CO pada Selasa, (26/10/2021).
Alihkan perhatian sebelum keinginan untuk mengonsumsi junk food muncul. Misalnya, jika kamu menginginkan kue setiap hari hari pada pukul 15.00, maka sibukkan dirimu pada pukul 14:55. Makan camilan sehat, seperti segenggam kacang, juga bisa membantu kamu bertahan hingga waktu makan malam. Moss merekomendasikan untuk membuat catatan tentang jam-jam krisis ini.
"Beberapa orang mungkin merasa terbantu untuk menyetel alarm sebelum waktu camilan sehingga mereka tidak lengah oleh keinginan," tambah Moss.
"Memotong konsumsi junk food membutuhkan usaha dan kesabaran. Itu tidak akan terjadi dalam semalam," kata Moss.
"Jika memiliki kebiasaan buruk yang berkembang sepanjang hidup, kamu tidak bisa berharap untuk menghilangkannya dalam satu atau dua hari atau bahkan seminggu," pungkas Moss.
Yuk, hidup sehat![]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




