Angkat Beban Sembarangan Bisa Sebabkan Hernia, Yuk Ketahui Gejalanya

AKURAT.CO, Di masa pandemi ini hampur semua kegiatan di lakukan di rumah. Kamu yang terbiasa berolahraga di gym pun akhirnya terpaksa untuk berolahraga di rumah. Salah satu latihan yang gampang untuk dilakukan di rumah adalah angkat beban.
Ya, latihan ini hanya membutuhkan alat sederhana sehingga mudah dilakukan di rumah. Akan tetapi, saat melakukan latihan angkat beban, kamu harus selalu menggunakan teknik dan cara yang benar. Jika melakukan angkat beban dengan cara yang salah terus-menerus, kamu berisiko terkena turun berok atau secara medis disebut penyakit hernia.
Intinya, latihan angkat beban tidak akan menyebabkan hernia bila dilakukan dengan benar.
"Seperti semua mitos, mereka didasari oleh separuh fakta. Orang-orang menyadari bahwa mereka terkena hernia ketika mereka meregangkan badan (saat mengangkat beban berat), karena ini menambah tekanan di dalam abdomen (perut) dan menyebabkannya mencuat ke area yang lebih lemah, itulah hernia," jelas dr Max Pemberton yang bekerja sebagai psikiater di National Health Service di Inggris, dilansir dari Reader's Digest.
Apakah penyakit hernia?
Hernia adalah kondisi saat organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya. Dalam situasi ini, jaringan tubuh telah lemah sehingga tidak cukup kuat untuk menahan organ tubuh pada tempatnya masing-masing.
Tergantung pada penyebabnya, hernia dapat berkembang dengan cepat atau dalam jangka waktu yang lama. Ya, hernia tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya kamu akan merasakan adanya benjolan kecil yang terjadi di balik kulit perut. Kamu mungkin tidak akan melihat benjolan tersebut saat berbaring, namun bisa merasakannya melalui sentuhan saat berdiri, membungkuk, atau batuk.
Selain benjolan di area perut, ada gejala lain yang perlu kamu perhatikan. Jika kamu mendapat gejala dibawah ini jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.
- Gangguan pencernaan, seperti sembelit, dan gangguan usus lainnya.
- Sakit perut. Hernia sering membuat kamu merasakan sakit yang sangat parah sehigga membutuhkan bantuan medis.
- Mual dan muntah
- Rasa tidak nyaman di selangkangan setiap kali duduk atau membungkuk untuk mengangkat sesuatu. Kondisi ini dikenal dengan kondisi hernia inguinalis atau femoralis.
- Gangguan saraf. Misalnya hernia inguinalis yang dapat menyebabkan nyeri di kaki, skrotum (untuk pria), atau labia (untuk wanita).
Beberapa jenis hernia, seperti hernia hiatus, dapat memiliki gejala yang lebih spesifik, seperti mulas, kesulitan menelan, dan nyeri dada. Dalam banyak kasus, hernia tidak memiliki gejalasehingga kamu mungkin tidak tahu telah menderita hernia. Jadi, kamu harus selalu berhati-hati dan peka pada perubahan tubuhmu.
Hernia sendiri memiliki beberapa tipe, tergantung lokasi kerusakannya. Berikut ini lima jenis penyakit hernia yang umum terjadi, diantaranya adalah:
Hernia inguinalis
Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang paling umum. Ini terjadi ketika usus mendorong melalui titik lemah atau robekan di dinding perut bagian bawah, dekat lipatan paha. Jenis hernia ini sering dikaitkan dengan penuaan dan ketegangan berulang pada perut. Penyakit ini paling umum terjadi terutama bagi para pria.
Hernia femoralis
Hernia femoralis juga terjadi ketika jaringan lemak atau bagian usus memasuki saluran yang dilalui pembuluh darah paha. Posisinya lebih sedikit ke bawah dari hernia inguinalis. Hernia femoralis lebih umum terjadi pada wanita, khususnya wanita hamil atau dengan obesitas. Sama seperti inguinalis, Hernia femoralis juga dikaitkan dengan penuaan dan ketegangan yang berulang di bagian perut.
Hernia umbilikalis
Hernia umbilikalis terjadi ketika jaringan lemak atau bagian usus menembus dinding otot perut, tepatnya di dekat pusar. Kondisi ini sering terjadi pada bayi baru lahir. Lubang di perut yang dilewati tali pusar terkadang tidak menutup dengan sempurna setelah bayi lahir sehingga terjadi hernia. Pada sebagian besar kasus, hernia ini menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun. Apabila benjolan tidak menghilang dan membesar sampai usia di atas 5 tahun, maka akan dilakukan tindak operasi.
Namun,hernia umbilikalis tak hanya dialami oleh bayi. Orang dewasa juga bisa mengalami, mungkin akibat ketegangan berulang pada perut.
Hernia insisional
Hernia ini terjadi ketika usus menembus dinding otot perut pada lokasi operasi. Kondisi ini disebabkan terjadi infeksi setelahoperasi.
Hernia insisional biasanya terjadi dalam waktu 2 tahun setelah operasi, dan umum ditemukan pada orang lanjut usia atau seseorang yang obesitas.
Hernia hiatus
Hernia hiatus terjadi ketika bagian lambung mendorong ke atas, ke dada dengan menekan melalui lubang di diafragma. Tidak diketahui apa penyebab pasti dari hernia ini, namun diduga akibat diafragma menjadi lemah seiring bertambahnya usia atau tekanan pada perut.
Hernia disebabkan oleh kombinasi kelemahan otot dan ketegangan. Artinya, segala hal yang mengakibatkan otot menjadi lemah juga dapat menyebabkan terjadinya hernia. Berikut ini AKURAT.CO rangkum penyebab umum kelemahan atau ketegangan otot yang dapat menyebabkan hernia, dilansir Healthline:
- Kondisi bawaan yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim dan hadir sejak lahir
- Penuaan
- Kerusakan akibat cedera atau operasi
- Batuk kronis atau gangguan paru obstruktif kronik (PPOK)
- Olahraga berat atau mengangkat beban berat
- Kehamilan, terutama memiliki kehamilan ganda
- Sembelit, yang menyebabkan kamu mengejan saat buang air besar
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Cairan di perut, atau asites
Ada juga hal-hal tertentu yang dapat meningkatkan risiko terkena hernia. Diantaranya adalah:
- Memliki riwayat hernia pribadi atau keluarga
- Usia semakin tua
- Kehamilan
- Fibrosis kistik, sebuah gangguan keturunan yang mengancam jiwa serta merusak paru-paru dan sistem pencernaan.
- Merokok (menyebabkan melemahnya jaringan ikat)
- Lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah
Ingat, kamu tidak selalu dapat mencegah hernia berkembang. Terkadang kondisi bawaan yang ada atau operasi sebelumnya juga dapat menyebabkan terjadinya hernia.
Namun, kamu selalu dapat menerapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena hernia. Berikut adalah beberapa tips mencegah terjadinya hernia:
- Berhenti merokok.
- Temui dokter ketika sakit untuk menghindari batuk terus-menerus.
- Menjaga berat badan yang sehat.
- Cobalah untuk tidak mengejan saat buang air besar atau saat buang air kecil.
- Makan cukup makanan berserat tinggi untuk mencegah sembelit.
- Lakukan latihan yang membantu memperkuat otot perut.
- Hindari mengangkat beban yang terlalu berat untuk kamu. Jika kamu harus mengangkat sesuatu yang berat, tekuk lutut dan bukan pinggang atau punggung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia



