Ketahui Bahaya Menggunakan Behel dan Veneer dari Tukang Gigi Abal-abal

AKURAT.CO Meski sudah sering dibahas mengenai bahayanya menggunakan behel dan veneer abal-abal, namun masih banyak saja orang yang menggunakan perawatan tersebut secara sembarangan sebagai suatu tren. Padahal, penggunaan dan perawatan gigi di tempat abal-abal bukannya membuat gigi semakin indah justru dapat mengakibatkan masalah baru bagi tubuh.
Perawatan gigi abal-abal ini umumnya dilakukan di tukang gigi, salon gigi, ataupun dokter gigi palsu. Berdasarkan penjelasan dari dokter gigi sekaligus admin dari akun Instagram @korbantukanggigi, tukang gigi sendiri memiliki aturan yang tertulis dalam Permenkes No. 39 tahun 2014 sehingga memang legal. Namun tukang gig hanya diperbolehkan untuk memasang gigi palsu yang dapat dilepas serta tidak boleh menutupi akar gigi.
Jadi tindakan pemasangan gigi secara permanen, termasuk dengan kegiatan pemasangan veneer hingga behel di tukang gigi, telah menyalahi aturan sekaligus berbahaya bagi tubuh. Sebab segala yang dilakukan tukang gigi ini dipelajari secara otodidak dan tidak memiliki ilmunya.
Dalam penjelasannya, dokter tersebut mengungkapkan bahwa tukang gigi yang nakal kadang memasangkan gigi palsu secara langsung ke gigi secara permanen, padahal dalam bahan tersebut mengandung kandungan yang dapat memicu terjadinya kanker (karsinogenik). Tak jarang hal ini pun memicu iritasi pada gusi.
“Kalo aku dapet pasien dari tukang gigi kadang takut banget kalo mau ngebukanya karena kadang ada yang menari-nari di situ,” jelasnya.
Iritasi tersebut jika dibiarkan dalam waktu lama dapat menjadi kronis dan mengakibatkan munculnya kanker. Selain itu, pembuatan gigi palsu, behel, ataupun veneer yang sembarangan belum tentu terbuat dari bahan-bahan yang bersih dan steril ketika dipasangkan ke gigi. Sehingga, makanan yang terselip di gigi akan mengalami pembusukan dan merusak gigi serta mulut.
“Kebanyakan tuh ya abis dari tukang gigi, datang ke kita kondisinya tuh hancur banget loh,” kata drg. Tengku Annisa Utami, MARS yang juga admin lainnya dari @korbantukanggigi.
Bahkan bila melakukan veneer di tukang gigi, cairan yang digunakan untuk memutihkan gigi pun dapat merusak email, sehingga hasilnya gigi menjadi lebih putih namun rapuh. Efeknya, gigi akan sangat mengalami nyeri atau ngilu.
“Sebenarnya etsa itu digunakan di kedokteran gigi juga tapi pada tempat, kondisi, dan waktu yang tertentu. Pada saat pemakaian behel pun juga memakai etsa tapi hanya setitik-setitik di mana dia akan ditempelin behel dan hanya sepersekian detik,” kata sang dokter.
Penggunaan behel sendiri sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan gigi. Namun penggunaan behel di tukang gigi abal-abal akan berdampak dalam waktu panjang. Jadi, bukannya terlihat menarik dan aesthetic, justru dapat merusak gigi dan bentuk wajah.
Oleh karena itu, jangan sampai tergoda dengan promo dan harga murah untuk penggunaan behel, veneer, ataupun pasang gigi permanen di tempat-tempat yang tidak semestinya. Sebab kesehatan dan keindahan gigi kita akan menjadi bayarannya dari perawatan abal-abal tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok


