Akurat Logo

Alasan Mengapa Penderita Hipertensi Harus Minum Obat Lebih dari Satu

Khaerul S | 25 Februari 2020, 08:34 WIB
Alasan Mengapa Penderita Hipertensi Harus Minum Obat Lebih dari Satu

AKURAT.CO Ketika didiagnosa positif idap hipertensi, tak sedikit yang bertanya-tanya, mengapa obat yang diberikan seringkali lebih dari satu. Padahal, obat-obatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Dokter yang aktif sebagai anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia, dr. Erwinanto, SpJP (K), juga mengkonfirmasi bahwa memang lebih banyak penderita hipertensi yang diberikan obat lebih dari satu dibandingkan pasien hipertensi dengan satu obat.

Menurutnya, keharusan minum dua obat dikarenakan jika hanya minum satu obat, beberapa penelitian menunjukan pengobatan jadi tidak efektif untuk menurunkan tekananan darah sampai mencapai target.

"Jadi kenapa kita harus memulai dengan satu obat sementara sudah ada pebelitiannya membuktikan tidak efektif. Maka dari itu, digunakan dua obat atau dua obat dalam satu kemasan, hingga empat jenis obat," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Menteng, Jakpus, Senin, (24/2).

Dokter Erwin mengatakan, ada pasien hipertensi dengan satu obat tapi biasanya pasien tersebut pada kondisi yang tekanan darahnya tidak naik begitu tinggi, dan pasien memiliki faktor risiko yang tidak terlalu banyak. Sayangnya, pasien hipertensi yang seperti itu populasinya sangat kecil.

Berapa banyak pasien hipertensi harus meminum obat, ditentukan ketika pasien minum dua obat ternyata tekanan darah tidak turun optimal, maka pasien akan diberikan tiga obat.

Selanjutnyan pun demikian, bila tidak menunjukan penurunan tekanan darah yang signifikan, maka pasien minum empat obat, tapi dimulainya tetap dari dua obat. Begitu dua obat tidak berhasil, dalam 4-8 minggu, maka dokter akan menaikan menjadi tiga obat, dan seterusnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A