Alasan Mengapa Penderita Hipertensi Harus Minum Obat Lebih dari Satu

AKURAT.CO Ketika didiagnosa positif idap hipertensi, tak sedikit yang bertanya-tanya, mengapa obat yang diberikan seringkali lebih dari satu. Padahal, obat-obatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengontrol tekanan darah tinggi.
Dokter yang aktif sebagai anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia, dr. Erwinanto, SpJP (K), juga mengkonfirmasi bahwa memang lebih banyak penderita hipertensi yang diberikan obat lebih dari satu dibandingkan pasien hipertensi dengan satu obat.
Menurutnya, keharusan minum dua obat dikarenakan jika hanya minum satu obat, beberapa penelitian menunjukan pengobatan jadi tidak efektif untuk menurunkan tekananan darah sampai mencapai target.
"Jadi kenapa kita harus memulai dengan satu obat sementara sudah ada pebelitiannya membuktikan tidak efektif. Maka dari itu, digunakan dua obat atau dua obat dalam satu kemasan, hingga empat jenis obat," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Menteng, Jakpus, Senin, (24/2).
Dokter Erwin mengatakan, ada pasien hipertensi dengan satu obat tapi biasanya pasien tersebut pada kondisi yang tekanan darahnya tidak naik begitu tinggi, dan pasien memiliki faktor risiko yang tidak terlalu banyak. Sayangnya, pasien hipertensi yang seperti itu populasinya sangat kecil.
Berapa banyak pasien hipertensi harus meminum obat, ditentukan ketika pasien minum dua obat ternyata tekanan darah tidak turun optimal, maka pasien akan diberikan tiga obat.
Selanjutnyan pun demikian, bila tidak menunjukan penurunan tekanan darah yang signifikan, maka pasien minum empat obat, tapi dimulainya tetap dari dua obat. Begitu dua obat tidak berhasil, dalam 4-8 minggu, maka dokter akan menaikan menjadi tiga obat, dan seterusnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok



