Memahami Keterkaitan antara Dunia Digital dan Kesehatan Mental di Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025

AKURAT.CO Setiap 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO). Peringatan ini mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah kehidupan yang kian bergantung pada teknologi.
Menurut WHO, perkembangan teknologi digital memiliki dua sisi yang berpengaruh terhadap kesehatan mental. Di satu sisi, kemajuan ini memperluas akses terhadap layanan psikologis melalui teleterapi, chatbot pendukung emosional dan aplikasi meditasi.
Namun di sisi lain, paparan berlebihan terhadap layar dan media sosial dapat menimbulkan dampak negatif. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur pada penggunanya, sebagaimana dikutip dari WHO, Jumat (10/10/2025).
Teknologi Membantu, tapi Bukan Pengganti
Dikutip dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, teknologi dapat menjadi sarana efektif dalam mendukung terapi mental, terutama di wilayah yang sulit menjangkau layanan psikolog profesional. Penggunaan aplikasi digital terbukti membantu pengguna mengelola stres
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia. Pendampingan profesional tetap dibutuhkan agar proses terapi berlangsung akurat, empatik dan berkelanjutan.
Intervensi digital dalam kesehatan mental dapat meningkatkan efektivitas terapi hingga 25 persen pada pasien dengan depresi ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi berpotensi mendukung proses pemulihan psikologis secara signifikan.
Namun, para peneliti mengingatkan agar penggunaan aplikasi tetap berada di bawah pengawasan profesional. Pendekatan digital tidak boleh menggantikan terapi klinis yang memerlukan interaksi langsung antara pasien dan tenaga ahli.
Risiko Kesehatan Mental Akibat Dunia Digital
Sementara itu, WHO Regional Office for Europe mencatat meningkatnya gangguan psikologis akibat penggunaan media sosial berlebihan, terutama pada remaja. Sekitar 11 persen remaja di Eropa mengalami kecanduan media sosial yang berdampak pada gangguan tidur dan kecemasan sosial.
Algoritma media sosial juga kerap memperkuat rasa tidak aman diri melalui perbandingan sosial. Studi tersebut menemukan hubungan antara waktu layar yang tinggi dengan meningkatnya gejala depresi dan stres kronis pada generasi muda.
Selain risiko psikologis, aspek privasi juga menjadi sorotan. Analisis dalam ScienceDirect (2024) mengungkap bahwa sebagian besar aplikasi kesehatan mental tidak memiliki kebijakan perlindungan data yang memadai.
Kondisi ini berpotensi membuat informasi pribadi pengguna disalahgunakan oleh pihak ketiga. Para peneliti menilai perlu adanya regulasi global untuk memastikan keamanan dan etika penggunaan teknologi kesehatan mental
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia menunjukkan bahwa dunia digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Meski inovasi teknologi mempermudah akses layanan psikologis, penggunaan yang tidak seimbang justru bisa menimbulkan tekanan emosional baru.
WHO menegaskan bahwa solusi terbaik bukanlah menolak teknologi, melainkan menggunakannya secara bijak dan manusiawi. Literasi digital serta dukungan sosial menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan mental di era yang serba terkoneksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





