Mefenamic Acid Buat Apa? Wajib Tahu, Minum Saat Kamu Nyeri!

AKURAT.CO Mefenamic Acid adalah obat dari golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan.
Obat ini termasuk obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan diawasi oleh dokter.
Baca Juga: Mefenamic Acid Obat untuk Apa? Inilah Penjelasan Manfaat dan Efek Samping Paling Akurat
Biasa untuk mengatasi berbagai jenis nyeri ringan hingga sedang, mefenamic acid juga memiliki manfaat untuk :
-
Nyeri haid (dismenore)
-
Sakit kepala
-
Nyeri otot dan sendi
-
Sakit gigi atau nyeri akibat peradangan gusi
-
Nyeri pasca operasi atau setelah melahirkan (dengan kombinasi obat lain sesuai anjuran dokter)
-
Gejala pramenstruasi
Pada sediaan cair (sirup atau suspensi), obat ini juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam yang disertai nyeri pada anak di atas 6 bulan - 12 tahun.
Meski mempunyai sejumlah manfaat, mefenamic acid juga memiliki risiko efek samping, seperti :
-
Gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, kembung, mual, muntah, tukak lambung, GERD, pendarahan saluran cerna
-
Gangguan sistem saraf seperti pusing, sakit kepala
-
Reaksi alergi seperti gatal, ruam, pembengkakan
-
Gangguan ginjal dan hati
-
Anemia, edema (pembengkakan)
-
Efek samping serius seperti sesak nafas, penglihatan kabur, kulit dan mata menguning, sulit buang air kecil, detak jantung cepat, kelelahan berlebihan. Mengingat mefenamic acid termasuk obat keras, dosis penggunaan pun perlu diperhatikan,
-
Untuk dewasa dan anak usia >14 tahun
→ Dosis awal : 500 mg, diminum sekali
→ Dosis lanjutan : 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan
→ Lama penggunaan : maksimal 7 hari untuk nyeri pada umumnya dan maksimal 3 hari untuk nyeri haid
-
Anak-anak (sediaan cair atau suspensi)
→ Usia 6 bulan : <2 tahun - 5mg/kg berat badan, 3 kali sehari
→ Usia 2-6 tahun : 5ml, 3 kali sehari
→ Usia 6-12 tahun : 10ml, 3 kali sehari
Obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase yang mampu menurunkan produksi prostaglandin – senyawa pemicu nyeri dan peradangan tubuh.
Sebelum mengonsumsi mefenamic acid, disarankan untuk tidak menggunakannya lebih dari 7 hari tanpa pengawasan dokter. Hindari juga apabila :
-
Mempunyai riawat tukak lambung, gastritis, gangguan ginjal, hati, atau jantung
-
Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 14 tahun pada sediaan tablet atau kapsul
-
Hati-hati jika sedang hamil, menyusui, atau punya riwayat asma
-
Jangan dikombinasikan dengan obat lain yang mengandung NSAID atau obat tertentu tanpa konsultasi dokter karena berisiko meningkatkan efek samping
Baca Juga: IDI Deiyai Jelaskan Penyebab dan Penanganan Nyeri Haid pada Wanita
Usahakan untuk selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi mefenamic acid terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang menggunakan obat lain.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina





