Kenali Penyebab Keputihan Abnormal pada Wanita, PAFI Berikan Solusi

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada wanita, salah satunya yang sering dialami adalah keputihan.
Secara umum, keputihan normal ditandai dengan jumlah keputihan yang bening dan tidak adanya bau. Sedangkan keputihan abnormal menimbulkan rasa nyeri, bau tidak sedap, serta pembengkakan di area intim. Hal ini cukup berbahaya, sehingga membutuhkan pengobatan segera.
PAFI dengan alamat website pafikarokab.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme serta etika ahli farmasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab keputihan abnormal pada wanita, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya keputihan abnormal pada wanita?
Keputihan abnormal merupakan kondisi keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal baik dari segi warna, bau, jumlah, maupun konsistensi. Kondisi ini biasanya menandakan adanya gangguan atau infeksi pada organ reproduksi wanita. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya keputihan abnormal pada wanita yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya infeksi bakteri
Vagina normalnya memiliki keseimbangan flora mikroorganisme, terutama bakteri lactobacillus yang menghasilkan asam laktat untuk menjaga pH vagina tetap asam (sekitar 3,8-4,5). Kondisi ini mencegah pertumbuhan bakteri patogen. Namun, jika terjadi ketidakseimbangan, bakteri anaerob seperti gardnerella vaginalis dan mycoplasma hominis dapat berkembang berlebihan, menyebabkan vaginosis bakterialis.
2. Adanya infeksi jamur
Candida albicans adalah jamur yang secara alami hidup di vagina dalam jumlah kecil. Ketidakseimbangan mikrobiota atau penurunan daya tahan tubuh dapat menyebabkan jamur ini berkembang berlebihan dan menyebabkan infeksi.
3. Iritasi dan alergi
Pada sebagian wanita, penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung bahan kimia keras, sabun beraroma, tisu basah, deterjen pakaian yang tidak cocok, atau penggunaan pembalut dan tampon yang tidak higienis dapat menyebabkan iritasi pada vagina seperti gatal, kemerahan, pembengkakan, dan keputihan yang berubah warna dan bau.
4. Kebiasaan dan perilaku yang tidak sehat
Sebagian wanita mungkin tidak menyadari perilaku yang tidak sehat juga menimbulkan keputihan abnormal, seperti membersihkan area kewanitaan dengan cara yang salah (dari anus ke vagina) dapat memperkenalkan bakteri dari anus ke vagina. Selain itu, hubungan seksual yang kasar atau terlalu sering tanpa pelumas dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
5. Perubahan hormonal
Penurunan hormon estrogen menyebabkan penipisan dinding vagina, perubahan pH, dan berkurangnya produksi lendir pelindung sehingga rentan infeksi. Selain itu, pada masa kehamilan terjadi peningkatan aliran darah ke daerah genital dapat menyebabkan peningkatan keputihan, yang jika tidak normal bisa menjadi tanda infeksi.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati keputihan abnormal pada wanita?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari keputihan abnormal pada wanita. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala keputihan abnormal pada wanita serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Metronidazole
Metronidazole adalah obat lini pertama untuk vaginosis bakterialis dan trikomoniasis. Obat ini sangat efektif dalam membunuh bakteri anaerob dan parasit. Dosis penggunaan dalam bentuk tablet oral, biasanya 500 mg dua kali sehari selama 7 hari.
2. Clindamycin
Clindamycin adalah antibiotik spektrum luas yang efektif melawan bakteri anaerob penyebab vaginosis bakterialis. Apoteker akan meresepkan mengonsumsi dalam bentuk kapsul oral 300 mg dua kali sehari selama 7-10 hari.
3. Fluconazole
Fluconazole termasuk obat anti jamur golongan azol yang bekerja dengan menghambat sintesis ergosterol, komponen penting membran sel jamur. Penggunaan dalam bentuk dosis tunggal 150 mg untuk infeksi kandidiasis vagina sederhana.
4. Nystatin
Nystatin termasuk obat antijamur yang bekerja dengan merusak membran sel jamur. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau ovula vagina, digunakan selama 7-14 hari.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala keputihan abnormal adalah minum banyak air putih serta pola hidup yang lebih sehat. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








