Nyeri Haid Tak Tertahankan? Hati-hati Bisa Jadi Idap Penyakit Ini

AKURAT.CO Haid atau menstruasi merupakan hal yang dialami wanita setiap bulannya. Sebagian wanita kerap mengalami nyeri saat haid, apakah normal?
Setiap bulan, wanita usia produktif kerap mengalami dismenorea alias nyeri haid. Rasa nyeri bisa mencapai puncaknya 24 jam setelah keluarnya darah menstruasi. Nyeri bisa berlangsung hingga 2-3 hari.
Nyeri haid yang dirasakan berbeda-beda pada tiap wanita. Ada yang ringan dan tidak mengganggu, ada pula yang parah. Selain menyebabkan nyeri di area perut bawah, terkadang dismenorea disertai gejala lain, seperti perut kembung, mual, nyeri pinggang, badan pegal hingga sakit kepala.
Dismenorea sendiri ada dua jenisnya, yaitu dismenorea primer dan sekunder. Dismenorea primer disebabkan oleh peningkatan kadar hormon prostaglandin yang jadi penyebab utama kontraksi otot rahim dan nyeri menstruasi.
Beberapa gangguan sistem reproduksi yang bisa memicu nyeri haid berlebihan, yaitu:
7 Gangguan Reproduksi yang Menyebabkan Nyeri Haid Berlebihan
1. Endometriosis
Endometriosis cukup sering menjadi penyebab nyeri haid hebat. Diperkirakan, sekitar 6-10 persen wanita mengalami endometriosis. Rata-rata kondisi ini didiagnosis pada usia 27 tahun.
Endometriosis sendiri adalah pertumbuhan jaringan menyerupai endometrium di luar rahim. Endometrium adalah jaringan pelapis bagian dalam rahim.
Gejala endometriosis yang muncul bisa bervariasi, mulai dari nyeri berlebih saat menstruasi, darah haid keluar banyak, mudah lelah, diare, sembelit hingga nyeri saat buang air besar.
2. Adenomiosis
Nyeri haid berlebih bisa disebabkan oleh adenomiosis. Adenomiosis adalah pertumbuhan jaringan rahim ke dalam dinding otot rahim.
Adenomiosis bisa menyebabkan haid berlangsung lebih lama dari biasanya. Nyeri yang teramat pada panggul dan perut juga bisa dirasakan. Tidak jarang, kondisi ini menyebabkan anemia pada wanita sehingga butuh penanganan lanjutan.
3. Fibroid uterus
Fibroid uterus atau dikenal dengan mioma adalah tumor jinak yang tumbuh pada otot rahim. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala yang spesifik, tetapi pada beberapa wanita dapat menyebabkan perdarahan hebat, menstruasi berkepanjangan, dan nyeri di sekitar panggul. Masalah pencernaan, seperti mual, muntah dan sembelit juga bisa terjadi.
Penyebab fibroid uterus sendiri tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor, seperti hormon, perubahan genetik hingga ekstraselular matriks diduga kuat menyebabkan wanita mengalami fibroid uterus.
4. Radang panggul
Radang panggul adalah salah satu penyakit yang ditakuti wanita. Pasalnya, penyakit ini menyerang organ reproduksi, seperti serviks (leher rahim), ovarium maupun rahim.
Radang panggul disebabkan oleh infeksi bakteri yang kerap menjadi penyebab penyakit menular seksual.
Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya adalah ketika kamu merasakan nyeri hebat di perut bagian bawah dan area panggul disertai gejala radang panggul lainnya. Gejala yang dimaksud, seperti:
- Keputihan yang tidak normal
- Dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual)
- Demam di atas 38,3 derajat Celcius
- Perdarahan abnormal dari vagina
Radang panggul bisa dialami wanita yang memiliki lebih dari satu pasangan seks, sering berhubungan intim tanpa kondom, menggunakan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD), maupun memiliki riwayat penyakit radang panggul sebelumnya.
5. Stenosis serviks
Stenosis serviks alias penyempitan leher rahim bisa jadi penyebab sakit perut dan pinggang saat haid. Sering kali stenosis serviks disebabkan oleh keberadaan jaringan parut.
Beberapa gejala yang mungkin dialami pengidap stenosis serviks, seperti nyeri haid berlebihan dan muncul perdarahan abnormal di luar siklus haid. Terkadang stenosis serviks menjadi penyebab ketidaksuburan karena sperma tidak bisa melewati leher rahim untuk membuahi sel telur.
Meski jarang terjadi, stenosis serviks bisa menyebabkan akumulasi darah di rahim (hematometra) dan menyebabkan rahim membengkak. Kondisi ini bisa membuat kamu merasa tidak nyaman karena ada benjolan di sekitar panggul.
6. Polip uteri
Sakit berlebihan saat haid bisa pula disebabkan oleh polip uteri. Polip uteri atau polip rahim adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim. Umumnya, polip uteri bersifat jinak. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita berusia produktif maupun pasca-menopause.
Selain menimbulkan rasa nyeri berlebihan, polip uteri menyebabkan perdarahan abnormal dalam jumlah banyak di luar siklus haid.
7. Kista ovarium
Kista ovarium adalah kondisi adanya kantong berisi cairan di ovarium (indung telur). Tidak semua wanita pengidap kista ovarium mengalami gejala. Jika pun ada gejala, keluhan yang dirasakan berupa rasa sakit pada perut bagian bawah atau area panggul.
Kista ovarium juga menyebabkan spotting serta haid tidak teratur, berkepanjangan dan terasa nyeri. Selain itu, ukuran kista ovarium yang besar dapat menyebabkan masalah pada saluran cerna dan saluran kemih, seperti perut terasa tidak nyaman dan penuh, gangguan buang air besar serta nyeri saat pipis.
Apabila kamu mengalami nyeri haid berlebihan, coba berikan kompres hangat pada perut bagian bawah selama 10-15 menit. Pijat perut dengan jari tangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





