Akurat Logo

Terlalu Lama Depan Layar Bisa Sebabkan Mata Panda, Ini Cara Atasinya

Khaerul S | 12 Juli 2020, 12:29 WIB
Terlalu Lama Depan Layar Bisa Sebabkan Mata Panda, Ini Cara Atasinya

AKURAT.CO Saat masa pandemi COVID-19, tak sedikit yang menghabiskan waktu di depan layar, seperti menonton televisi, bermain gadget dan masih banyak lagi. 

Namun sayangnya kegiatan tersebut akan menyebabkan mata lelah yang berakibat munculnya lingkaran hitam di bawah mata atau sekitar mata. 

Sebagian besar lingkaran hitam, atau yang dikenal dengan mata panda ini, disebabkan oleh pantulan marun gelap yang mendasari orbicularis oculi, yang merupakan otot melingkar di sekitar mata kita.

Seperti dirangkum AkuratHealth dari laman The Health Site, pigmentasi gelap yang ada di bawah mata mengisyaratkan tampilan lelah, membuat seseorang tampak menderita dan terlihat kurang tidur. Hal ini dikarenakan kulit di sekitar mata adalah yang tertipis.

"Ketika cahaya tidak dipantulkan, itu memberikan tampilan gelap ke area tersebut. Cahaya buatan dari layar menyebabkan banyak pengeringan karena mencuri kelembaban dari kulit dan juga menyebabkan kerusakan kolagen,” jelas Dr Geeta Grewal, ahli bedah kosmetik,dan ahli anti penuaan, kecantikan dan kesehatan.

Ketika hal tersebut terjadi, maka akan menghambat mikrosirkulasi darah, sehingga menyebabkan akumulasi sampingan metabolisme.

Untuk cara mengatasinya tentu bukan perkara mudah. Ada beberapa cara, salah satunya berlatih lima gerakan searah jarum jam, dengan memberikan sedikit pelembab yang kaya vitamin C, E ataupun K. Tetapi, disarankan untuk diolesakan secara perlahan jangan sampai ditekan, karena akan menyebabkan masalah lain. 

Selain itu, kamu juga bisa mengoleskan krim di bawah mata sebelum tidur dengan kandungan yang kaya vitamin K, C, dan E. Hal ini karena terbukti efektif untuk menghilangkan lingkaran hitam. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A