Akurat Logo

Narsis hingga Drama Queen, Ini 7 Bentuk Gangguan Jiwa yang Diderita Pengguna Media Sosial

Arrayyan Nurrochim | 6 September 2019, 10:47 WIB
Narsis hingga Drama Queen, Ini 7 Bentuk Gangguan Jiwa yang Diderita Pengguna Media Sosial

AKURAT.CO, Kehadiran media sosial nyatanya berdampak banyak bagi kehidupan manusia. Tidak hanya dampak positif yang ditimbulkan, namun juga beberapa efek negatif bisa muncul akibat keseringan bermain media sosial.

Secara kesehatan, dampak negatif yang paling banyak ditemukan di masyrakat ialah munculnya berbagai gangguan jiwa ringan.

Berikut ini beberapa bentuk gangguan jiwa ringan yang bisa ditimbulkan akibat media sosial seperti dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, Jumat (6/9):

1. Narcissistic Personality Disorder

UBERGIZMO

Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan gangguan kejiwaan yang sering diderita oleh para pengguna media sosial. Para penderita NPD biasanya memiliki ciri mengagumi dirinya secara berlebihan, menganggap orang lain tidak lebih baik darinya, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.

2. Social Climber

Pexels

Social Climber merupakan sebuah istilah untuk mendefinisikan seseorang yang selalu ingin tampil mewah guna menaikkan strata sosialnya di dunia maya. Pengidap social climber biasanya sosok yang gemar pamer kemewahan, sok kaya, dan narsis. Padahal, hal tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan nyatanya.

Secara psikologi, pengidap social climber tidak bisa menerima keadaan hidupnya di dunia nyata. Akhirnya untuk meningkatkan kepercayaan diri dan agar mendapat pengakuan, ia membohongi dirinya sendiri dan orang lain dengan memamerkan kemewahan di media sosial.

3. Addiction

UBERGIZMO

Gangguan kejiwaan lainnya akibat media sosial ialah addictif. Yakni, kecanduan bermain media sosial yang parah. Biasanya, pengidap gangguan kejiwaan ini banyak terjadi pada anak-anak.

Namun, tidak jarang juga orang dewasa terjangkit gangguan kejiwaan ini. Meskipun tentu tidak separah anak-anak. Salah satu ciri penderita addiction ialah ia akan merasa tidak tenang, galau, dan gelisah jika dalam waktu tertentu tidak membuka media sosial.

4. Internet Asperger Sindrome

THEBROWNHIJABI

Internet Aperger Sindrome merupakan gangguan kejiwaan di mana seseorang bisa berubah sikap antara di dunia maya dan nyata. Biasanya, pengidap gangguan ini terlihat kalem dan pendiam di dunia nyata. Namun saat berada di dunia maya, kepribadiannya sangat bertolak belakang. Ia bisa kasar, kejam, dan tidak segan melontarkan kata-kata atau komentar pedas kepada orang lain.

5. Voyeurism

THESUN

Mulanya voyeur merupakan gangguan kejiwaan pada seseorang yang hobi mengintip orang lain. Namun seiring dengan perkembangan zaman, voyeur bisa juga terjadi di dunia maya. Yakni, ketika seseorang memiliki kebiasaan mengintip (kepo) terhadap kehidupan orang lain.

Orang yang mengidap gangguan voyeur biasanya gemar mencari tahu kehidupan orang lain dengan menelusuri akun media sosialnya sampai detail. Bahkan, tidak jarang ia lebih mengurusi kehidupan orang lain dibandingkan dengan kehidupan pribadinya.

6. Fear Of Missing Out

FREEPIK

Fear of missing out (FOMO) merupakan bentuk gangguan kejiwaan pada seseorang di mana ia selalu merasa ingin mengikuti tren di media sosial. Pada beberapa penderita, ia akan merasa gelisah dan kurang nyaman jika ia ketinggalan tren di media sosial.

7. Munchausen Syndrom

Thesun.co.uk

Penderita munchausen syndrom merupakan seseorang yang gemar mengarang cerita penderitaan hidupnya di media sosial untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Ia tidak peduli apakah cerita yang ia bagikan benar atau tidak, selagi hal itu bisa membuat dirinya diperhatikan, maka menurutnya itu baik baginya.

Mungkin kita pernah menemukan teman media sosial yang hidupnya penuh drama atau kerap disebut dengan 'drama queen'. Bisa jadi, ia merupakan salah satu ciri pengidap gangguan jiwa ini. Pada level yang lebih parah, pengidap tidak segan-segan menyebarkan berita bohong (hoaks) hanya untuk mendapatkan perhatian.

Itulah 7 gangguan kejiwaan yang bisa dialami seseorang karena media sosial. Bagaimana, apakah kamu atau temanmu ada yang mengalaminya?[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.