Akurat Logo

Gawat! Orang Bisa Meninggal Mendadak Karena Jantung Rematik

Khaerul S | 28 September 2018, 18:00 WIB
Gawat! Orang Bisa Meninggal Mendadak Karena Jantung Rematik

AKURAT.CO, Penyakit jantung masih menjadi penyakit mematikan nomor 'wahid' di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) merupakan organisasi kesehatan dunia mencatat ada 56,5 juta kematian di dunia, 31 persen atau 17,5 jutanya disebabkan oleh penyakit jantung.

Maka dari itu, penting juga selain memahami macam penyakit jantung. Selain jenis jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung bawaan, ada juga penyakit rematik. 

"Pernah dengar jantung rematik? Biasanya apa yang rematik? padahal penting mengetahui penyakit jantung tipe ini, bisa mengakibatkan meninggal mendadak," ujar Dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP, saat ditemui AkuratHealth di kantor Yayasan Jantung Indonesia kawasan Jakarta, Kamis, (27/9).

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita ini mengatakan, pada penyakit jantung rematik biasanya bermasalah pada bagian katupnya. Katup jantung adalah struktur tubuh yang memungkinkan cairan mengalir dalam tubuh, katup ini terdapat pada jantung. Ini sering ditemukan di Indonesia, yang tergolong negara berkembang.

"Faktanya di indonesia banyak, menurut data (Rumah Sakit) Harapan Kita 50 persen penderita penyakit jantung itu juga ada masalah di katupnya ini atau jenis penyakit jantung rematik ini," tambahnya.

Ario mengatakan penyakit jantung rematik bukanlah yang hadir karena faktor keturunan, maka dari itu dapat dicegah. Menurutnya penderitanya cukup banyak karena informasi mengenai penyakit ini masih banyak belum diketahui.

"Walaupun bukan penyakit keturunan, pemicunya sangat mudah sekali, yaitu dari kuman, misal tangan enggak bersih, makanan enggak bersih, yang terkaitan ke higienisan yang masuk ke dalam mulut," tambahnya.

Ada kuman di tenggorokan dan darah membaca sebagai benda asing yang harus dihilangkan dan di bawa ke katup, sehingga terjadi peradangan di katup, hingga terus berulang," jelasnya.

Tanda awalnya sendiri seperti keluhan disendi, keluhan di kulit, sakit tenggorokan, demam dan semuanya tidak berlangsung lama hanya beberapa jam atau paling lama 1 hari, sehingga kerap kali diabaikan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A