Gawat! Orang Bisa Meninggal Mendadak Karena Jantung Rematik

AKURAT.CO, Penyakit jantung masih menjadi penyakit mematikan nomor 'wahid' di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) merupakan organisasi kesehatan dunia mencatat ada 56,5 juta kematian di dunia, 31 persen atau 17,5 jutanya disebabkan oleh penyakit jantung.
Maka dari itu, penting juga selain memahami macam penyakit jantung. Selain jenis jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung bawaan, ada juga penyakit rematik.
"Pernah dengar jantung rematik? Biasanya apa yang rematik? padahal penting mengetahui penyakit jantung tipe ini, bisa mengakibatkan meninggal mendadak," ujar Dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP, saat ditemui AkuratHealth di kantor Yayasan Jantung Indonesia kawasan Jakarta, Kamis, (27/9).
Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita ini mengatakan, pada penyakit jantung rematik biasanya bermasalah pada bagian katupnya. Katup jantung adalah struktur tubuh yang memungkinkan cairan mengalir dalam tubuh, katup ini terdapat pada jantung. Ini sering ditemukan di Indonesia, yang tergolong negara berkembang.
"Faktanya di indonesia banyak, menurut data (Rumah Sakit) Harapan Kita 50 persen penderita penyakit jantung itu juga ada masalah di katupnya ini atau jenis penyakit jantung rematik ini," tambahnya.
Ario mengatakan penyakit jantung rematik bukanlah yang hadir karena faktor keturunan, maka dari itu dapat dicegah. Menurutnya penderitanya cukup banyak karena informasi mengenai penyakit ini masih banyak belum diketahui.
"Walaupun bukan penyakit keturunan, pemicunya sangat mudah sekali, yaitu dari kuman, misal tangan enggak bersih, makanan enggak bersih, yang terkaitan ke higienisan yang masuk ke dalam mulut," tambahnya.
Ada kuman di tenggorokan dan darah membaca sebagai benda asing yang harus dihilangkan dan di bawa ke katup, sehingga terjadi peradangan di katup, hingga terus berulang," jelasnya.
Tanda awalnya sendiri seperti keluhan disendi, keluhan di kulit, sakit tenggorokan, demam dan semuanya tidak berlangsung lama hanya beberapa jam atau paling lama 1 hari, sehingga kerap kali diabaikan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


