Daun Cabai Keriting dan Kerin? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Masalah daun cabai yang keriting dan kering adalah hal yang serius, menghalangi pertumbuhan serta hasil panen dari tanaman. Hal ini biasanya diakibatkan oleh hama yang mengisap, seperti thrips dan kutu daun, kekurangan air, infeksi virus, atau masalah gizi, khususnya terlalu banyak nitrogen.
Dalam mendeteksi penyebab dengan melihat gejala yang ada sangat penting untuk merawat tanaman agar kembali sehat dan memperoleh hasil panen yang baik.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu, Ini Penyebabnya
Hama Pengisap Cairan Daun
Hama utama yang menyebabkan daun cabai menjadi keriting adalah thrips, tungau, dan kutu daun karena mereka mengambil cairan dari bagian daun yang masih muda. Tungau membuat daun menggulung ke bawah menyerupai sendok terbalik, dengan tekstur yang tebal dan kaku. Ciri khasnya adalah daun yang mengeriting sementara warnanya tetap hijau atau hijau tua, beda dari gejala penyakit lain yang biasanya disertai dengan perubahan warna menjadi kuning.
Hama ini berkembang biak dengan cepat saat cuaca panas dan kering. Jika tidak terkendali, populasi mereka bisa menyebar dengan cepat ke seluruh tanaman dan menyerang tanaman di sekitarnya.
Kekurangan Air dan Dehidrasi pada Tanaman
Jika tanah terlalu kering, akar tidak dapat menyerap air dan gizi dengan baik. Daun menjadi keriput sebagai cara alami tanaman untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelembapan. Masalah ini sering terjadi selama musim kering atau jika penyiraman tidak teratur.
Tanaman cabai memerlukan kelembapan tanah yang stabil, terutama saat berbunga dan membentuk buah. Kekurangan air yang berkepanjangan bisa menyebabkan daun keriting serta menghalangi pertumbuhan bunga dan buah.
Infeksi Virus yang Menyebabkan Keriting Daun
Virus yang mengakibatkan keriting daun bisa menginfeksi jaringan tanaman, membuat sel tumbuh tidak normal dan merusak bentuk daun. Penyebaran virus ini terjadi melalui serangga vektor seperti kutu kebul dan thrips, yang berpindah dari tanaman yang terinfeksi ke yang sehat. Gejala infeksi termasuk daun yang keriting parah, pertumbuhan terhambat, serta perubahan warna daun menjadi kuning atau bercak.
Tanaman yang terkena virus sulit untuk disembuhkan dan perlu segera dicabut agar tidak menular. Mengendalikan serangga vektor adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran.
Ketidakseimbangan Nutrisi
Jika terlalu banyak nitrogen ada dalam pupuk, pertumbuhan daun bisa menjadi terlalu cepat, membuat jaringannya lemah dan rentan. Daun mungkin terlihat kering seperti terbakar di bagian ujung dan tepinya. Sebaliknya, jika ada kekurangan kalsium, magnesium, atau kalium, ini dapat menimbulkan gejala keriting pada daun dengan pola yang berbeda.
Melakukan uji tanah bisa membantu mengetahui jenis dan jumlah pupuk yang diperlukan untuk memperbaiki keseimbangan nutrisi. Memberikan pupuk yang seimbang dengan rasio NPK yang sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman.
Faktor Cuaca yang Ekstrem
Suhu yang terlalu tinggi melebihi 35°C atau terlalu rendah di bawah 15°C bisa membuat tanaman tertekan. Paparan sinar matahari yang berlebihan dan angin kencang dapat menyebabkan daun mengering dan keriting sebagai bentuk pertahanan. Kelembapan udara yang sangat rendah juga mempercepat hilangnya air dari daun, sehingga membuat tanaman mengalami dehidrasi.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Turun, Kemendag Kini Fokus ke Telur dan Ayam
Cara Mengatasi Daun yang Keriting
Pengendalian Hama
Gunakan insektisida alami seperti minyak nimba atau campuran 1,5 liter air dengan satu sendok makan sabun cuci piring untuk menyemprot semua bagian daun, termasuk sisi bawah. Sebaiknya aplikasi dilakukan pada pagi atau sore hari setiap minggu saat suhu di bawah 27°C. Untuk infestasi yang parah, pertimbangkan menggunakan insektisida berbahan aktif Abamektin 20-72 EC atau Dimetoat secara bergantian untuk mencegah terjadinya resistensi.
Perbaikan Penyiraman
Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari, tergantung pada cuaca. Waktu yang tepat adalah pagi sebelum pukul sembilan atau sore setelah pukul empat. Utilisasi sistem irigasi tetes sangat bermanfaat untuk menjaga kelembaban yang stabil tanpa membuat tanah terlalu lembab. Penggunaan mulsa organik seperti jerami atau sekam juga membantu dalam menjaga kelembaban tanah dan mengurangi evaporasi.
Pengelolaan Nutrisi
Penggunaan pupuk kalsium tunggal dapat membantu tanaman yang mengalami keriting daun karena bahan ini memperkuat struktur sel, sehingga tumbuhan menjadi lebih tahan terhadap kerusakan. Jika tanaman menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, sebaiknya kurangi dosis pupuk nitrogen. Pemberian pupuk NPK dengan rasio seimbang seperti 15-15-15 atau 16-16-16, bersama dengan pupuk mikro seperti boron, zinc, dan magnesium, dianjurkan.
Sanitasi dan Pencegahan
Cabut dan hancurkan tanaman yang terinfeksi virus untuk mencegah penyebarannya. Pastikan untuk membersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat menjadi tempat tinggal hama. Gunakan perangkap kuning untuk memantau jumlah thrips dan kutu kebul. Jarak tanam yang ideal adalah 50x60 cm untuk memastikan sirkulasi udara yang baik dan menghindari kelembaban berlebih.
Tips Pencegahan Jangka Panjang
Pilih varietas cabai hibrida yang tahan terhadap penyakit dengan menggunakan benih dari sumber terpercaya. Sebelum menanam, lakukan perlakuan benih menggunakan fungisida dan insektisida untuk melindungi dari serangan di awal. Pemantauan rutin setiap 2-3 hari sangat penting untuk mendeteksi gejala awal, dan bertindak cepat jauh lebih efektif daripada menunggu serangan menyebar.
Rotasi tanaman dengan jenis non-solanaceae dapat memutus siklus hama dan penyakit.
Jaga kebersihan area tanam dan sterilkan peralatan pertanian setelah digunakan. Tanaman yang sehat yang mendapatkan nutrisi seimbang serta penyiraman yang tepat memiliki ketahanan alami yang lebih baik terhadap hama dan penyakit.
Keriting dan keringnya daun cabai disebabkan oleh hama pengisap, kekurangan air, infeksi virus, masalah ketidakseimbangan nutrisi, dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Penanganan yang efektif harus dimulai dengan mencari tahu penyebabnya melalui pengamatan terhadap gejala di daun dan kondisi keseluruhan tanaman.
Solusi mencakup pengendalian hama dengan insektisida baik yang alami maupun kimiawi, memperbaiki sistem penyiraman untuk kelembaban yang stabil, pengelolaan nutrisi yang seimbang terutama melalui aplikasi kalsium, serta sanitasi lahan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Pencegahan dengan memilih varietas yang tahan, melakukan pemantauan secara rutin, dan perawatan yang optimal merupakan kunci untuk sukses dalam budidaya cabai yang produktif.
Tia Ayulia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat





