Dari Pembuat Konten Kuliner ke Bisnis Makanan, Kreator Ini Raup Ratusan Juta dalam 6 Jam di TikTok Shop

AKURAT.CO Dulu, kreator kuliner cukup membuat penonton lapar. Kini, perannya bisa jauh lebih besar: mengantar audiens dari sekadar melihat makanan hingga benar-benar membeli.
Perubahan itu terlihat dari kisah Vinny Laurencia, kreator affiliate TikTok yang aktif membuat konten kuliner. Dalam salah satu aktivitas yang didukung TikTok, produk kue sus yang dipromosikannya mencatat penjualan hingga ratusan juta rupiah hanya dalam enam jam.
Angka tersebut menarik bukan semata karena nilainya besar. Ada perubahan model bisnis di baliknya. Konten yang awalnya berfungsi sebagai hiburan dan rekomendasi kini dapat terhubung langsung dengan perdagangan melalui affiliate dan TikTok LIVE.
Artinya, kreator kuliner mulai menempati posisi baru dalam rantai bisnis: bukan hanya sebagai pembuat awareness, tetapi juga sebagai penghubung antara produk, cerita, konsumen, dan transaksi.
Bagaimana Konten Kuliner Bisa Berubah Menjadi Penjualan?
Bayangkan seseorang sedang menggulir TikTok. Ia melihat video makanan yang tampak menarik, kemudian berhenti untuk melihat lebih lama.
Awalnya tidak ada niat membeli. Setelah mengetahui siapa yang membuat makanan tersebut, melihat proses pembuatannya, membaca komentar pengguna lain, atau mendengar cerita pemilik usaha, rasa penasaran mulai muncul.
Tahap berikutnya adalah mencari tahu apakah makanan tersebut bisa dibeli. Jika jalur transaksi tersedia, konsumen tidak perlu meninggalkan ekosistem yang sama untuk mencari produk.
Di sinilah konten mulai berubah fungsi.
Perjalanannya dapat digambarkan secara sederhana:
konten → discovery → ketertarikan → kepercayaan → transaksi.
Kreator berada di tengah perjalanan tersebut. Mereka menggunakan audiens yang telah dibangun untuk memperkenalkan produk sekaligus memberikan konteks yang membuat konsumen lebih tertarik.
Model seperti ini menjelaskan mengapa creator economy semakin bersinggungan dengan bisnis. Nilai kreator bukan lagi hanya terletak pada berapa banyak orang yang melihat kontennya, tetapi juga pada kemampuannya membawa perhatian tersebut menuju tindakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia






