Cita Rasa Nusantara ala Apéritif dalam Fine Dining di Bali

AKURAT.CO Coto Makassar, bubur Manado, dan pindang adalah cita rasa yang tumbuh bersama banyak keluarga di Indonesia.
Di Ubud, ketiganya kini hadir dalam pengalaman fine dining di Bali melalui menu degustasi Apéritif Restaurant, di bawah arahan tim kuliner yang mengangkat kekayaan bahan dan cerita dari berbagai daerah di Nusantara.
Menariknya, dapur Apéritif tidak berusaha mengubah masakan Nusantara menjadi hidangan yang sulit dikenali.
Karakter setiap hidangan tetap dipertahankan, lalu dikembangkan melalui teknik yang lebih halus dan penyajian yang lebih presisi.
Bagi tamu Indonesia, hasilnya menghadirkan sudut pandang baru. Bagi tamu mancanegara, pengalaman ini menjadi perkenalan yang elegan terhadap kekayaan kuliner Nusantara.
Baca Juga: Puan Kunjungi Rumah JK Atas Undangan Mufidah Kalla, Santap Coto Makassar
Filosofi “European Technique. Indonesian Soul”
Filosofi dapur Apéritif dirangkum dalam satu kalimat, “European Technique. Indonesian Soul.”
Teknik kuliner Eropa dihadirkan untuk melayani bahan dan memori rasa Indonesia, bukan sebaliknya.
Pendekatan ini bukan sekadar menghadirkan masakan Indonesia dalam bentuk yang lebih modern. Tim dapur Apéritif mempertahankan identitas setiap hidangan, lalu menyusunnya kembali melalui teknik dan presentasi yang memberikan perspektif baru tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Filosofi tersebut diwujudkan dalam menu degustasi bertajuk Guided by the Moon, tersedia dalam pilihan lima atau tujuh course.
Setiap tahapan dinamai sesuai dengan fase bulan, dari New Moon hingga Full Moon. Alur rasanya mengikuti ritme sebuah malam, dimulai dari hidangan yang ringan dan segar, berkembang menjadi lebih kompleks di bagian tengah, lalu ditutup dengan karakter rasa yang lebih lembut.
Sebagai salah satu restoran fine dining di Bali, Apéritif Restaurant Bali menghadirkan pengalaman yang mempertemukan teknik kuliner internasional dengan kekayaan bahan-bahan lokal Indonesia.
Coto Makassar dalam Semangkuk Kaldu yang Jernih
Coto Makassar merupakan salah satu kuliner khas Sulawesi Selatan yang paling dikenal di Indonesia.
Karakter rempahnya tetap menjadi identitas utama hidangan, tetapi kuahnya diolah hingga lebih jernih dan presisi tanpa kehilangan kedalaman rasa.
Dalam menu degustasi Apéritif, pipi sapi dimasak perlahan hingga lembut, lalu disajikan bersama acar dan daun cem-cem yang memberikan sentuhan segar serta sedikit rasa asam. Di sampingnya hadir beef consommé, kaldu sapi jernih yang dapat dinikmati perlahan di antara suapan.
Beberapa teguk kecil sudah cukup untuk menyegarkan langit-langit mulut sekaligus memberi lapisan rasa baru sebelum kembali menikmati hidangan utamanya.
Bubur Manado yang Menjelma Risotto
Dari Sulawesi Selatan, menu bergerak ke utara menuju Manado, Sulawesi Utara. Bubur Manado, hidangan penuh sayur dan herbal yang menghangatkan, menjadi inspirasi awal bagi kreasi risotto kepiting biru Madura.
Di tangan tim Apéritif, elemen khas bubur Manado diterjemahkan menjadi risotto yang lembut dengan labu, kemangi, dan bouillon yang membawa aroma khas masakan Manado. Kepiting biru Madura menjadi penghubung antara kedua inspirasi tersebut.
Manis alami daging kepiting memperdalam karakter risotto tanpa membuatnya terasa berat, sehingga hidangan tetap seimbang rasanya. Dua daerah dalam satu piring, Manado dan Madura, menunjukkan luasnya peta kuliner Nusantara yang menginspirasi dapur Apéritif.
Baca Juga: Resep Risotto Bubur Manado ala Chef Vindex yang Jadi Tantangan di Grand Final MasterChef Indonesia
Saus Pindang dan Bobor pada Hidangan Laut
Hidangan laut dalam menu ini bertumpu pada saus yang akrab di lidah masyarakat Indonesia.
Tuna yang dimatangkan secara lembut disajikan dengan saus pindang yang segar, asam, dan aromatik, serta dilengkapi dengan salad mangga dan kemangi.
Selain itu, ikan tangkapan pancing yang diolah dengan teknik dry aging menghadirkan inspirasi dari bobor, sup santan sayur yang dikenal memberikan rasa hangat dan nyaman.
Sausnya diperdalam dengan rempah serta diberi warna hijau alami dari klorofil bayam, ditemani sayuran segar dari kebun.
Rasa yang dikenal dari dapur rumah kembali hadir melalui pendekatan baru yang lebih modern.
Wellington dengan Jiwa Rendang
Hidangan yang paling jelas mempertemukan dua tradisi kuliner adalah Venison Wellington. Struktur hidangannya terinspirasi dari klasik Eropa, dengan daging rusa dan foie gras yang dibungkus pastry, lalu disandingkan dengan ubi manis.
Namun, karakter utamanya berasal dari saus rendang yang dikembangkan dari resep keluarga di Padang. Dapur Apéritif menyempurnakan resep tersebut selama bertahun-tahun hingga menjadi versi khas restoran ini.
Hasilnya bukan sekadar penggabungan dua masakan berbeda, melainkan pertemuan alami antara teknik kuliner Eropa dan kedalaman rasa Nusantara dalam satu hidangan.
Menikmati Menu Ini di Ubud
Apéritif Restaurant menempati bangunan anggun yang menghadap Lembah Maha Raja, sekitar 15 menit dari pusat Ubud. Dengan suasana elegan dan pendekatan kuliner yang khas, pengalaman ini menjadi salah satu pilihan bagi tamu yang mencari fine dining di Ubud dengan sentuhan budaya Indonesia.
Makan malam tersedia setiap hari, sementara makan siang tersedia dengan reservasi terlebih dahulu. Untuk memastikan pengalaman bersantap berjalan nyaman, tamu dianjurkan mengenakan pakaian rapi hingga formal.
Menu vegetarian dan vegan juga tersedia dengan reservasi sebelumnya bagi tamu yang memiliki preferensi makanan tertentu.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan bagaimana kuliner Nusantara diangkat melalui pengalaman fine dining di Bali, Apéritif Restaurant menghadirkan perjalanan rasa yang mempertemukan cerita lokal, bahan-bahan Indonesia, dan teknik kuliner modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: Nama Saya Hancur Sehancur-hancurnya
- 10Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji








