Akurat Logo

Jamu Kembali Jadi Sorotan, Festival di Jakarta Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Budaya Indonesia

Winna Wandayani | 9 Juni 2026, 20:29 WIB
Jamu Kembali Jadi Sorotan, Festival di Jakarta Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Budaya Indonesia
Jamu Kembali Jadi Sorotan, Festival di Jakarta Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Budaya Indonesia (Acaraki Jamu Festival 2026)

AKURAT.CO Jamu kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Selain dikenal sebagai minuman tradisional, jamu juga dipandang sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang tetap relevan hingga kini.

Acaraki Jamu Festival 2026 digelar di Hutan Kota GBK, Jakarta, pada 6-7 Juni 2026 untuk memperkenalkan kembali budaya jamu kepada masyarakat. Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan kesehatan, budaya, olahraga, kuliner dan hiburan.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Dari sekitar 40.000 spesies tanaman yang ada secara global, sekitar 30.000 tumbuh di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai bahan ramuan herbal secara turun-temurun.

Selain memiliki kekayaan alam, Indonesia juga mewarisi tradisi panjang dalam meracik tanaman herbal menjadi minuman kesehatan. Tradisi tersebut melahirkan berbagai budaya, termasuk jamu gendong dan resep herbal yang diwariskan lintas generasi.

Pengakuan terhadap budaya jamu semakin kuat setelah UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada Desember 2023. Status ini menegaskan bahwa jamu tidak hanya bernilai kesehatan, tetapi juga memiliki nilai sejarah, pengetahuan dan budaya.

"Acaraki Jamu Festival menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi," ujar Prof. Taruna Ikrar selaku Kepala BPOM RI, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional Indonesia menjadi modal besar untuk pengembangan jamu. Jamu dinilai berpotensi mendukung gaya hidup sehat sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian.

Industri jamu terus berkembang dengan bentuk penyajian yang semakin beragam. Jika dulu identik dengan jamu gendong, kini jamu hadir dalam bentuk minuman siap minum, botol, sachet, kapsul, hingga kafe khusus jamu.

Festival ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPOM RI, GP Jamu, Kementerian Ekonomi Kreatif dan Larutan Penyegar Cap Badak. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu.

"Melalui acaraki Jamu Festival, kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia," kata Jony Yuwono selaku Ketua Umum GP Jamu.

Selama festival, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan olahraga seperti lari santai, jalan sehat, yoga, zumba, dan poundfit. Acara ini juga menghadirkan pameran jamu, kuliner tradisional, produk UMKM, permainan tradisional, parade jamu gendong, hingga konser musik keluarga.

Penyelenggara berharap masyarakat semakin memahami bahwa jamu tidak hanya dikonsumsi saat sakit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan pemahaman tersebut, budaya jamu diharapkan terus berkembang dan mendukung ekonomi herbal nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.