Akurat

Silverqueen Produk Israel Atau Bukan? Ini Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak

Rahman Sugidiyanto | 20 November 2023, 12:40 WIB
Silverqueen Produk Israel Atau Bukan? Ini Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak

AKURAT.CO - Agresi Israel atas Jalur Gaza di Palestina membuat warganet memboikot produk pro Israel hingga muncul pertanyaan Silverqueen Produk Israel Atau Bukan?

Selain itu banyak yang mencari Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak untuk sebagai lanjutan pertanyaan Silverqueen Produk Israel Atau Bukan.

Pertanyaan Silverqueen Produk Israel Atau Bukan tentu hadir karena banyak masyarakat Indonesia yang peduli dengan penderitaan masyarakat Gaza yang terus dibombardir oleh Israel dan kebanyakan korban adalah anak-anak.

Baca Juga: Ovaltine Produk Mana, Apakah Produk Israel Atau Bukan? Sejarah Awalnya Untuk Obat Bukan Susu

Guna menjawab keingintahuan warganet, sebagai informasi meski menggunakan Bahasa Inggris sebagai mereknya, Silverqueen ternyata asli Indonesia tepatnya di Kota Garut.

Silverqueen sendiri merupakan produk dari Ceres yang juga memproduksi Meses dengan jenama serupa.

Menurut M Ma'ruf dalam 50 Great Bussines Ideas from Indonesia (2010) Nama Ceres sendiri berasal dari sebuah perusahaan pabrik cokelat berupa industry rumahan milik Orang Belanda di zaman Hindia Belanda yang ada di Kota Garut bernama NV. Ceres.

Baca Juga: Frisian Flag Produk Unilever dan Apakah Pro Israel? Ini Sejarah Susu Bendera Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

NV atau Naamloze Vennootschaap sendiri merupakan Bahasa Belanda dari PerseroanTerbatas atau PT.

Menjelang kedatangan Tentara Jepang pada 1942, Pemilik tersebut menjual kepada Ming Chee Chuang yang merupakan pria asal Burma yang tinggal di Bandung zaman Hindia Belanda.

Chuang menjalani hidup di masa-masa sulit dan setelah 1950, Chuang mengganti nama NV Ceres menjadi PT Perusahaan Industri Ceres.

Pada medio 1950-an, coklat buatan Ceres sebagai cukup dikenal.

"Konon, saking lezatnya Presiden Sukarno hanya mau memakan coklat buatan Chuang. Coklat racikan itu sebenarnya sederhana, berbahan kakao, gula susu yang diaduk-aduk. Tak ada yang istimewa dari cara Chuang membuat coklat yang lezat. Hanya saja memainkan temperatur pada alat-alat pemanas coklat," imbuh Ma'ruf.

Baca Juga: Emeron Produk Mana? Ini 9 Shampo Yang Bukan Produk Unilever

Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 berlangsung di Bandung, Chuang dapat order coklat cukup banyak untuk dihidangkan.

Chuang lantas memindahkan pabriknya dari Garut ke Bandung.

Asal mula Silverqueen sendiri  ketika Chuang pada 1950-an merasakan kesulitan memproduksi coklat batangan yang kuat lantaran cuaca tropis Indonesia.

Mesin pendingin di tahun 1950-an pada zaman itu belum secanggih sekarang.

"Chuang tidak kekurangan akal. Dia mencampur adonan coklat dengan kacang mede yang membuat coklat batangan seperti beton bertulang kuat dan akhirnya membuat Silver Queen unik," tulis Ma'ruf. Kacang mede atau mete termasuk kacang yang bisa didapat di Indonesia.

Coklat ini saat ini termasuk coklat dengan harga terjangkau kantong kebanyakan orang Indonesia. Di masa lalu iklannya menyebut: Bukan Hidup untuk makan segala macam coklat. Juga bukan makan coklat untuk hidup.

Baca Juga: Apakah Rose Brand Produk Unilever? Simak Penjelasan Lengkap Dan Fatwa MUI

Akan tetapi hidup sekali untuk menikmati rasa coklat Silver Queen.

Penelusuran Bdnaash sendiri tidak menampilkan merek silverqueen sebagai produk pro Israel atau yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak Dikutip dari bdnaash.

  1. Kitkat
  2. Magnum
  3. Oreo
  4. Danone
  5. Lays
  6. Kraft
  7. Pringles
  8. Biskuat
  9. Twix
  10. Mars
  11. Doritos
  12. Cheetos
  13. Milo
  14. M&Ms
  15. Comflakes.

Sementara untuk Merek Lokal ada

  1. Silverqueen
  2. Monggo
  3. Chocodot
  4. Pipiltin Cocoa
  5. Junglegold Bali

Demikian artikel mengenai Silverqueen Produk Israel Atau Bukan? Ini Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak, Keputusan membeli atau tidak kembali ke tangan konsumen.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.