AKURAT.CO Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel berita yang menyebutkan bahwa film produksi Disney terbaru, Frozen 2, hingga minggu ketiga setelah penayangan perdananya, sukses bertahan di puncak box office untuk ketiga kalinya.
Menurut informasi yang dirilis oleh Box Office Mojo, pada minggu ketiga yaitu periode 6-8 Desember 2019, Frozen 2 berhasil memperoleh 35,2 juta dollar AS. Total hingga saat ini, film animasi tersebut mencatat pemasukan sebesar 924 juta dollar AS. Wuih, hampir menyentuh angka 1 milliar dollar AS.
Sontak, dengan jumlah pemasukan yang didapat tersebut, membuat film yang baru dirilis pada bulan november 2019 itu, masuk ke dalam daftar 10 besar film terlaris di tahun 2019, tepatnya berada di posisi 8.
Pertanyaan yang kemudian muncul di benak saya, mengapa orang-orang masih tertarik menonton film ini ?
Beberapa hari lalu, saya bersama dengan keluarga, menyempatkan waktu untuk menonton Frozen 2. Selain karena sebagai hadiah buat anak perempuan saya yang sudah berjuang selama ujian sekolah kemarin, menonton Frozen 2 juga karena kami masih ingat bagaimana film pertamanya yang begitu membekas dalam memori kami.
Frozen memang jadi fenomena yang sukses membius semua orang, baik muda maupun tua. Cerita, pengembangan karakter, serta original soundtrack benar-benar mampu melekat dalam ingatan semua penonton pada saat itu.
Termasuk bagi gadis kecil saya dulu pede menyanyikan lagu Let it Go, meski dengan lafal yang belum jelas. Memori itu yang ingin kami lihat dan rasakan kembali pada saat menonton Frozen 2. Meski pada akhirnya kami harus mendapatinya hal yang sebaliknya.
Iya, kalau boleh jujur, saya cukup kaget dengan kenyataan bahwa Frozen 2 tampil dengan materi yang dewasa ketimbang film pertamanya. Memang kalau dipikir-pikir lagi, sosok anak kecil yang menonton Frozen yang dirilis tahun 2013 silam, saat ini tentu sudah dewasa. Sehingga masuk akal jika kemudian pihak Disney memberikan tema yang lebih dewasa di sekuel Frozen ini.
“Saya pikir kadang kita lupa, karena kita tumbuh bersama dengan dongeng Disney. Ada banyak momen kelam di setiap dongeng,” Ujar Kepala Animasi Disney yang juga merupakan wakil sutradara Frozen 2, Jennifer Lee.
Pada film pertamanya, kita diperlihatkan bagaimana Elsa berusaha mengontrol kekuatan sihirnya dan Anna yang selalu berusaha membantu kakaknya tersebut. Di Frozen 2, rumus sama serupa juga dilakukan, namun kali ini sedikit berkembang. Elsa dan Anna dihadapkan pada masa lalu kerajaan mereka yang kelam.
Tentu dalam perjalanannya, Disney tidak lupa untuk memberikan semangat khas Disney seperti cinta, kasih sayang, keberanian, dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh karakter-karakternya seperti Elsa, Anna, Kristoff dan juga Olaf.
Khusus untuk Olaff, saya melihat karakter ini yang jadi media bagi Frozen 2 untuk tetap layak ditonton oleh anak-anak. Dengan gayanya yang khas dan polos, menjadikan setiap momen Olaff selalu berpotensi mengundang gelak tawa anak-anak.
Untuk Anna sendiri, karakter ini sudah pasti merupakan duta dari Disney untuk menunjukkan seorang wanita yang kuat, mandiri dan tidak pernah ragu untuk terjun ke dalam situasi yang sulit demi seseorang yang ia sayangi. Ia memang tidak memiliki kekuatan sihir seperti saudarinya, namun hal itu tidak membuatnya ciut untuk menerjang bahaya.
Momen terbaik dari Anna tentu adalah saat ia mengetahui saudarinya sedang tertimpa kesulitan yang ditunjukkan dengan meleburnya Olaff, boneka salju ciptaan Elsa. Meski dilanda kesedihan mendalam, Anna tetap berusaha untuk terus maju, meneruskan langkahnya untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Inilah yang saya pikir menjadi magnet bagi penonton sehingga mau berbondong-bondong menonton Frozen 2. Selain romantisme masa lalu, mereka juga mendapat sajian seru khas Disney yang kuat dengan nilai-nilai keluarga.
Anak perempuan saya yang berusia 9 tahun juga terlihat senang saat menonton film ini. Ia pun turut larut dengan keseruan yang ada. Sementara adiknya yang berusia 5 tahun juga tampak sesekali tertawa melihat tingkah lucu Olaff maupun Sven.
So, pertanyaan lain yang mungkin tepat untuk disampaikan adalah apakah ada Frozen 3? Istri saya sih yakin kalau ada yang ketiga.
“Jadi nanti ceritanya Elsa mencari pasangan, Yah”
Weleh-weleh..
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




