Akurat Logo

Badan Keamanan Israel Periksa Pemimpin Partai Arab, Tuding 'Antek Asing' Campur Tangan di Pemilu

Fitra Iskandar | 4 November 2026, 07:25 WIB
Badan Keamanan Israel Periksa Pemimpin Partai Arab, Tuding 'Antek Asing' Campur Tangan di Pemilu
Warga berjalan di bawah papan iklan Pemilu Israel 2026 - Arabnews

AKURAT.CO Persoalan muncul setelah pemilihan umum parlemen Israel atau Knesset. Di tengah proses penentuan pemerintahan baru, muncul dugaan adanya campur tangan asing yang bertujuan memengaruhi suara pemilih Arab. Namun, penyelidikan yang dilakukan badan keamanan Israel, Shin Bet, justru memicu kontroversi karena menyasar sejumlah pemimpin partai Arab tanpa didukung bukti yang cukup.

Direktur Shin Bet David Zini dilaporkan berupaya memeriksa tiga pemimpin partai Arab terkait penyelidikan dugaan campur tangan asing dalam pemilu Knesset. Padahal, menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, aparat penegak hukum tidak menemukan bukti yang dapat membenarkan pemeriksaan terhadap ketiga tokoh tersebut.

KAN menyebut mereka adalah Mansour Abbas, pemimpin United Arab List (Ra’am); Ahmad Tibi, pemimpin Arab Movement for Change (Ta’al); dan Sami Abu Shehadeh, pemimpin partai Balad. Para penyelidik juga disebut memiliki informasi terkait seorang politikus lain yang merupakan anggota Knesset.

Perselisihan kemudian muncul mengenai status penyelidikan tersebut. Dalam laporan terpisah, harian Israel Yedioth Ahronoth menyebut Jaksa Agung Gali Baharav-Miara menolak permintaan Zini agar penyelidikan dikategorikan sebagai kasus keamanan.

Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan pada Minggu dengan Noam Sohlberg, hakim yang memimpin Komite Pemilihan Umum Pusat Israel.

Status sebagai kasus keamanan akan memberikan kewenangan lebih luas kepada Shin Bet. Dengan klasifikasi tersebut, badan keamanan Israel itu dapat membatasi akses tersangka kepada pengacara, menyadap telepon, hingga mengumpulkan data komunikasi.

Baharav-Miara menilai permintaan tersebut bertentangan dengan hukum. Sementara itu, Sohlberg menyarankan agar kemungkinan adanya dimensi keamanan dalam kasus tersebut tetap diakui.

Dalam pernyataan pada Selasa malam, Baharav-Miara menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap warga negara atau pejabat terpilih sebagai pihak yang dicurigai harus didasarkan pada bukti.

Menurut dia, Shin Bet maupun lembaga lain dapat menyerahkan materi yang menjadi dasar untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa Shin Bet sempat menunda penyelidikan. Hal itu terjadi karena selama dua hari badan keamanan tersebut tidak menyerahkan materi yang telah dikumpulkan kepada tim investigasi khusus.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.