Akurat Logo

AS Tarik Diplomat dari Arab Saudi, Serangan Houthi Tewaskan Warga di Bandara Dammam

Fitra Iskandar | 22 Oktober 2026, 09:28 WIB
AS Tarik Diplomat dari Arab Saudi, Serangan Houthi Tewaskan Warga di Bandara Dammam
Reuters

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan pos diplomatik di Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas energi di negara tersebut. Washington juga berencana menarik anggota keluarga diplomat dari sejumlah misi AS lainnya di kawasan Teluk.

Keputusan penarikan personel diplomatik AS dari Arab Saudi ini muncul setelah serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Pada hari yang sama, dua orang juga tewas dalam serangan drone yang menargetkan fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan perintah tersebut berlaku bagi pegawai pemerintah AS non-darurat beserta anggota keluarga mereka yang berada di Arab Saudi. Kebijakan itu diambil di tengah serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran terhadap sasaran sipil di wilayah Saudi.

Pigott menyatakan Houthi semakin sering terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk melalui serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa serta gangguan serius terhadap perjalanan.

AS Tarik Keluarga Diplomat dari Sejumlah Negara Teluk

Empat pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa misi diplomatik Amerika di negara-negara Teluk lainnya juga akan memerintahkan anggota keluarga diplomat untuk meninggalkan kawasan tersebut. Namun, Pigott tidak memberikan keterangan mengenai kemungkinan perubahan status personel di luar Arab Saudi.

Penarikan terbaru ini berlangsung ketika konflik di Yaman kembali meningkat dan membuka front baru dalam ketegangan regional yang dipicu perang AS-Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026.

Konflik tersebut turut mengganggu perdagangan energi global dan menekan perekonomian negara-negara Teluk. Kawasan ini merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia sehingga eskalasi militer berpotensi memperbesar gangguan terhadap pasokan energi.

Sebelumnya, AS telah mengembalikan sebagian personel diplomatik ke kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Mereka sebelumnya ditarik setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas AS menyusul dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.

Bandara Dammam dan Ladang Minyak Shaybah Jadi Sasaran

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam setelah perintah penarikan personel AS diumumkan. Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan dua orang tewas setelah sistem pertahanan udara Saudi mencegat sebuah drone yang berupaya menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco.

Kedutaan Besar AS di Riyadh sebelumnya juga mengeluarkan peringatan keamanan pada Rabu terkait kemungkinan serangan lanjutan Houthi terhadap Arab Saudi. Peringatan itu disampaikan setelah serangkaian serangan mematikan, termasuk serangan yang menyasar bandara di Riyadh.

Pada awal Maret, Kedutaan Besar AS di Riyadh dan stasiun badan intelijen CIA yang berada di kompleks tersebut juga menjadi sasaran serangan drone ketika Iran mulai melancarkan serangan di berbagai wilayah Timur Tengah.

Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya risiko keamanan bagi fasilitas diplomatik, infrastruktur penerbangan, dan sektor energi di kawasan Teluk di tengah meluasnya konflik regional.

Sumber: Internazionale

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.