Akurat Logo

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Banggakan Kehancuran Gaza, Ejek Warga Palestina Lewat Video AI

Idham Nur Indrajaya | 21 Oktober 2026, 14:37 WIB
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Banggakan Kehancuran Gaza, Ejek Warga Palestina Lewat Video AI
Itamar Ben-Gvir banggakan kehancuran Gaza dan ejek warga Palestina lewat video AI menjelang pemilu legislatif Israel 2026. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Kehancuran Jalur Gaza akibat serangan militer Israel justru dijadikan bahan kampanye oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Melalui video berbasis kecerdasan buatan (AI), politikus sayap kanan itu menggambarkan Gaza pada 2030 sebagai wilayah yang hancur lebur, sekaligus melontarkan ejekan kepada warga Palestina yang masih bertahan di sana.

Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 21 Oktober 2026, video tersebut dirilis menjelang pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Salah satu adegannya menampilkan seekor keledai dengan pesan yang merendahkan warga Palestina yang tidak meninggalkan Gaza.

Pesan dalam video itu berbunyi, "Anda pasti seekor keledai jika tetap tinggal di Gaza." Ejekan tersebut muncul di tengah kontroversi panjang mengenai sikap Ben-Gvir terhadap pendudukan Gaza dan seruannya agar penduduk Palestina meninggalkan wilayah tersebut.

Video itu diunggah ke akun media sosial X milik Ben-Gvir pada Selasa, 20 Oktober 2026. Sebagai ketua Partai Otzma Yehudit yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ben-Gvir kembali menjadi sorotan ketika persaingan politik Israel memasuki periode menjelang pemungutan suara.

Bagaimana Video AI Itamar Ben-Gvir Menggambarkan Kehancuran Gaza?

Video kampanye yang dirilis Itamar Ben-Gvir menampilkan gambaran Jalur Gaza pada 2030 dalam kondisi porak-poranda. Wilayah Palestina tersebut digambarkan seperti kota mati, dengan sekolah, infrastruktur, dan pelabuhan yang telah hancur.

Penggunaan AI memungkinkan pembuat video menampilkan gambaran visual mengenai kondisi wilayah pada masa mendatang. Namun, visual tersebut merupakan representasi dalam materi kampanye, bukan dokumentasi faktual tentang keadaan Gaza pada 2030.

Salah satu bagian yang paling mencolok adalah adegan seekor keledai yang disertai kalimat bernada menghina warga Palestina yang memilih tetap tinggal di Gaza.

Baca Juga: Israel Tangkap 11 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Mantan Tahanan dan Perempuan

Baca Juga: Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina

Pernyataan itu bukan sekadar gambaran mengenai kehancuran sebuah wilayah. Pesan tersebut juga menempatkan penduduk yang bertahan di Gaza sebagai sasaran ejekan, padahal keputusan untuk tetap tinggal atau meninggalkan wilayah konflik dapat berkaitan dengan berbagai keadaan yang tidak dijelaskan dalam video tersebut.

Video itu diunggah Ben-Gvir melalui akun X miliknya pada 20 Oktober, hanya sekitar sepekan sebelum pemilu legislatif Israel. Kedekatan waktu tersebut membuat materi kampanye ini muncul ketika persaingan politik di dalam negeri Israel tengah menjadi perhatian.

Penting untuk membedakan dua hal dalam membaca video tersebut. Gambaran kehancuran Gaza pada 2030 merupakan konstruksi visual berbasis AI, sedangkan pesan yang mengejek warga Palestina merupakan bagian dari materi kampanye yang dilaporkan dalam narasi sumber.

Mengapa Itamar Ben-Gvir Kerap Menuai Kontroversi?

Itamar Ben-Gvir dikenal sebagai politikus sayap kanan Israel yang berulang kali menyuarakan sikap keras terhadap warga Palestina. Ia telah menuntut pendudukan Israel atas Jalur Gaza, menyerukan pengusiran penduduk Palestina, dan mendorong pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut.

Sikap tersebut menjadi konteks penting untuk memahami video kampanyenya. Gambaran Gaza yang hancur dan pesan yang merendahkan penduduknya sejalan dengan isu politik yang selama ini melekat pada Ben-Gvir, meskipun video itu sendiri tidak cukup untuk memastikan seluruh motif pembuatannya.

Rekam jejak Ben-Gvir juga mencakup pernyataan yang memicu kecaman internasional. Dalam narasi yang dilaporkan, ia sebelumnya menuai kritik setelah menyerukan pembunuhan 30–40 warga Gaza setiap malam.

Pernyataan semacam itu menempatkan Ben-Gvir di pusat perdebatan mengenai pendekatan pemerintah Israel terhadap Gaza dan penduduk Palestina. Kontroversi tersebut bukan hanya menyangkut pilihan kata seorang pejabat, tetapi juga berkaitan dengan sikap politik terhadap wilayah yang terdampak konflik bersenjata.

Jabatan Ben-Gvir sebagai Menteri Keamanan Nasional turut membuat pernyataan dan tindakannya mendapat perhatian lebih luas. Ia bukan sekadar figur kampanye dari luar pemerintahan, melainkan bagian dari koalisi yang mendukung pemerintahan Netanyahu.

Meski demikian, setiap pernyataan kontroversial perlu dibaca berdasarkan konteks dan sumbernya. Kritik terhadap Ben-Gvir tidak otomatis mewakili pandangan seluruh masyarakat Israel, sebagaimana sikap seorang pejabat tidak dapat dianggap mewakili seluruh warga Palestina atau kelompok Arab.

Apa Hubungan Video Kampanye Ben-Gvir dengan Pemilu Israel 2026?

Video tersebut dirilis ketika Israel bersiap menggelar pemilu legislatif pada 27 Oktober 2026. Pemungutan suara ini menjadi bagian penting dari persaingan antara kubu yang mendukung pemerintahan Benjamin Netanyahu dan partai-partai oposisi.

Ben-Gvir memimpin Partai Otzma Yehudit, yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Netanyahu. Posisi tersebut membuat kontroversi yang melibatkan dirinya relevan dengan dinamika politik menjelang pemilu.

Dalam narasi yang dilansir Anadolu Agency, partai-partai Arab di Israel menuduh Ben-Gvir mengeksploitasi langkah-langkah dan pelanggaran terhadap warga Palestina untuk menggalang dukungan politik sekaligus mengintimidasi pemilih Arab di Israel.

Tuduhan itu perlu dipahami sebagai pernyataan dari partai-partai Arab, bukan kesimpulan independen yang telah dibuktikan oleh informasi dalam narasi sumber. Namun, tuduhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan Palestina juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai perilaku politik dan persaingan antarkelompok menjelang pemilu.

Di tengah situasi tersebut, video AI Ben-Gvir dapat dibaca sebagai materi komunikasi politik yang menggunakan gambaran Gaza untuk menyampaikan pesan tertentu. Akan tetapi, tanpa data tambahan, belum dapat dipastikan apakah video itu akan meningkatkan dukungan terhadap partainya atau justru memicu penolakan dari sebagian pemilih.

Kontroversi tersebut memperlihatkan bagaimana isu keamanan, identitas politik, dan konflik Israel-Palestina dapat muncul bersamaan dalam persaingan pemilu. Bagi pemilih, persoalannya bukan hanya siapa yang mengeluarkan pernyataan, tetapi juga bagaimana pernyataan itu berkaitan dengan kebijakan dan arah pemerintahan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.