Akurat Logo

Kasus "Pembunuhan Drum Biru" di India: Istri dan Kekasih Divonis Hukuman Mati

Fitra Iskandar | 15 Oktober 2026, 16:55 WIB
Kasus "Pembunuhan Drum Biru" di India: Istri dan Kekasih Divonis Hukuman Mati
Sahil Shukla dan Muskan Rastogi dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut pada tanggal 30 September - BBC

AKURAT.CO Kasus pembunuhan suami oleh istri dan kekasihnya di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, berakhir dengan vonis hukuman mati bagi Muskan Rastogi (26) dan Sahil Shukla (28).

Keduanya dinyatakan bersalah atas pembunuhan Saurabh Rajput, suami Muskan, pada 2025. Kasus yang dikenal sebagai “Blue Drum Murder” atau pembunuhan drum biru ini menyita perhatian publik setelah jasad korban ditemukan di dalam wadah penyimpanan plastik berukuran besar.

Pengadilan di Kota Meerut menjatuhkan putusan bersalah pada 30 September 2026, sedangkan vonis hukuman mati diumumkan pada Rabu. Namun, hukuman mati terhadap Muskan Rastogi dan Sahil Shukla masih harus mendapat konfirmasi dari pengadilan tinggi. Keduanya juga memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Menurut keterangan jaksa di persidangan, Muskan dan Sahil merupakan teman satu sekolah yang kemudian menjalin hubungan asmara ketika Saurabh bekerja di London. Perselingkuhan itu disebut menjadi bagian penting dalam perkara pembunuhan yang berujung pada penemuan jasad Saurabh di dalam drum plastik biru.

Kronologi Pembunuhan Saurabh Rajput

Saurabh Rajput dibunuh pada 3 Maret 2025 ketika sedang berada di Meerut. Polisi menyatakan Muskan memberikan makanan yang telah dicampur obat penenang kepada suaminya sebelum pembunuhan dilakukan.

Setelah kejadian tersebut, Muskan dan Sahil diduga melarikan diri ke negara bagian Himachal Pradesh. Keduanya juga menggunakan telepon seluler milik Saurabh untuk mengirim pesan kepada keluarganya, seolah-olah korban masih hidup dan sedang melakukan perjalanan untuk urusan pekerjaan.

Namun, keluarga Saurabh mulai curiga karena keberadaannya tidak diketahui. Beberapa hari setelah korban menghilang, keluarganya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Perkembangan penting terjadi pada 17 Maret 2025, ketika Muskan kembali dari Himachal Pradesh dan mengunjungi rumah orang tuanya. Putrinya yang berusia enam tahun kemudian menanyakan keberadaan sang ayah.

Muskan awalnya menyalahkan keluarga mertuanya atas pembunuhan Saurabh. Akan tetapi, keluarga Muskan sendiri tidak mempercayai penjelasan tersebut dan membawanya ke kantor polisi.

Dalam pemeriksaan, Muskan mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan itu. Polisi kemudian menangkap Muskan dan Sahil serta menetapkan keduanya sebagai tersangka pembunuhan.

Perselingkuhan Disebut Berawal Saat Suami Bekerja di London

Dalam persidangan, jaksa mengungkapkan bahwa Muskan dan Sahil telah mengenal satu sama lain sejak sekolah. Hubungan keduanya semakin dekat ketika Saurabh bekerja di London.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.