Jaringan Kiri Internasional Disebut Manfaatkan Demo Pelajar di Prancis untuk Agenda Politik

AKURAT.CO Aksi demonstrasi pelajar di Prancis yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan berkembang menjadi gerakan yang melibatkan serikat pekerja, partai politik kiri, organisasi komunis, dan jaringan aktivis internasional. Investigasi Fox News Digital mengungkap keterlibatan puluhan organisasi yang dinilai berupaya memperluas tuntutan lokal menjadi gerakan politik dengan agenda yang lebih luas.
Laporan tersebut mengidentifikasi 50 organisasi dalam jaringan demonstrasi dan kelompok pendukungnya. Sebanyak 15 di antaranya merupakan organisasi pelajar atau pemuda, sedangkan 35 lainnya mencakup serikat pekerja, kelompok komunis dan sosialis, partai politik, organisasi hak asasi manusia, serta kelompok advokasi.
Aksi ini bermula dari protes terhadap kondisi sekolah yang dinilai kelebihan kapasitas, kekurangan fasilitas, dan minim tenaga pengajar. Namun, menurut investigasi tersebut, demonstrasi kemudian turut membawa isu penghematan anggaran, kapitalisme, kebijakan keamanan, belanja militer, dan konflik Israel-Palestina.
Salah satu organisasi yang disorot adalah BreakThrough News, media berbasis di New York yang digambarkan Fox News sebagai media propaganda prokomunis. Laporan itu mengaitkan pendanaan media tersebut dengan Neville Roy Singham, pengusaha teknologi kelahiran Amerika Serikat yang berbasis di Shanghai dan disebut mendukung jaringan organisasi kiri.
BreakThrough News memberitakan aksi pelajar Prancis sebagai pemogokan bersejarah melawan kebijakan penghematan anggaran. Media tersebut juga menyebarkan video bentrokan demonstran dengan polisi yang mendapat ratusan ribu tanda suka dalam sehari.
Investigasi itu menyebut jaringan pendukung demonstrasi melampaui kelompok pelajar. Sejumlah serikat pekerja, termasuk Confédération générale du travail (CGT), Force Ouvrière, dan organisasi serikat pendidikan, menyerukan dukungan terhadap tuntutan pelajar serta mengajak pekerja bergabung dalam aksi.
Organisasi pelajar seperti Union Syndicale Lycéenne, Union Étudiante, dan Fédération des Associations Générales Étudiantes turut memobilisasi peserta demonstrasi. Partai kiri La France Insoumise dan Partai Komunis Prancis juga terlihat mendukung gerakan tersebut.
Di sejumlah lokasi, demonstran membawa bendera komunis, bendera Palestina, serta spanduk antiperang dan antikapitalisme. Kelompok aktivis juga menyerukan perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai represi negara dan mengampanyekan gerakan antifasis.
Laporan tersebut menyoroti hubungan antara demonstrasi di Prancis dan jaringan aktivis internasional di Amerika Serikat, Inggris, Yunani, India, Brasil, serta negara lainnya. Sejumlah organisasi dan media lintas negara disebut ikut menyebarkan gambar, video, dan narasi mengenai aksi tersebut.
Di Yunani, organisasi pemuda komunis menyatakan solidaritas terhadap perjuangan pelajar Prancis. Sementara itu, Indian Alliance Paris menghubungkan gerakan pelajar Prancis dengan demonstrasi kaum muda di India melalui unggahan media sosial.
Fox News juga menyoroti peran The People's Forum di New York, sebuah pusat kegiatan aktivis kiri yang didirikan dengan dukungan dana Singham. Organisasi tersebut sebelumnya menjadi tempat berbagai kegiatan dan demonstrasi yang melibatkan kelompok sosialis serta aktivis internasional.
Meski laporan itu menilai jaringan tersebut berupaya memperluas agenda politik melalui demonstrasi pelajar, tuntutan awal mengenai buruknya kondisi pendidikan tetap menjadi persoalan utama yang mendorong siswa turun ke jalan. Keterlibatan organisasi lain memperlihatkan bahwa aksi tersebut berkembang menjadi arena pertemuan berbagai kepentingan politik.
Di tengah meluasnya demonstrasi, perdebatan muncul mengenai batas antara solidaritas terhadap tuntutan pendidikan dan upaya kelompok politik memanfaatkan keresahan masyarakat untuk memperkuat agenda ideologis mereka.
Sumber: Foxnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara







