Trump Pastikan AS Tak Serang Iran Sebelum Pemilu 3 November, Negosiasi Akhiri Perang Berlanjut
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan militer AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November 2026. Pernyataan Trump ini muncul di tengah negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam bulan dan berdampak pada harga minyak dunia.
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (8/10/2026), dia menegaskan AS tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu digelar pada November mendatang.
“Kami sedang mengadakan pembicaraan yang produktif dengan Republik Islam Iran,” tulis Trump. Dia juga menegaskan bahwa AS tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November.
Perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada Februari telah meningkatkan tekanan politik terhadap Trump. Konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga bensin di AS, sementara Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas tipis mereka di Kongres dalam pemilu November.
Perang Iran Tekan Popularitas Trump dan Harga Bensin
Tekanan terhadap pemerintahan Trump terlihat dari hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru yang dikutip dalam laporan tersebut. Sekitar 60 persen warga Amerika Serikat, termasuk satu dari empat pemilih Partai Republik, menyatakan tidak puas dengan cara Trump menangani konflik Iran.
Kenaikan harga bensin menjadi salah satu dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat AS. Situasi ini terjadi ketika biaya hidup masih menjadi salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pemilih.
Trump berulang kali menyatakan harga minyak akan turun setelah pemilu. Namun, dia belum memaparkan rencana terperinci mengenai langkah-langkah untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Pernyataan Trump mengenai tidak adanya serangan sebelum pemilu menjadi perkembangan penting di tengah ketidakpastian konflik. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa negosiasi kedua negara akan menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
AS dan Iran Bahas Pengakhiran Perang serta Selat Hormuz
Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat dan Iran telah bertukar proposal untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat memengaruhi pengiriman minyak dan meningkatkan tekanan terhadap harga energi internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver







