Akurat Logo

Trump Soroti Demo Pelajar Ricuh di Prancis, Kaitkan dengan Migrasi dan Islam

Lufaefi | 8 Oktober 2026, 11:00 WIB
Trump Soroti Demo Pelajar Ricuh di Prancis, Kaitkan dengan Migrasi dan Islam
Presiden AS Donald Trump. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi aksi demonstrasi pelajar di Prancis yang diwarnai kericuhan dan penangkapan ratusan orang. Dalam pernyataannya, Trump mengaitkan gelombang protes tersebut dengan persoalan migrasi dan Islam, meski tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Trump menyampaikan komentarnya melalui platform Truth Social. Ia menyebut situasi yang terjadi di Prancis sebagai dampak dari "migrasi massal yang tak terkendali".

"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tak terkendali," tulis Trump dalam unggahannya, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026).

Trump kemudian mengaitkan aksi tersebut dengan Islam. "Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih sebuah negara yang dulunya hebat!" klaimnya.

Namun, dalam pernyataan tersebut Trump tidak memberikan rincian maupun bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara gerakan pelajar di Prancis dengan agenda berbasis agama atau identitas Islam.

Baca Juga: 7 Tips Islami saat Mengerjakan Skripsi, agar Tetap Tenang dan Selesai Tepat Waktu

Aksi demonstrasi pelajar di Prancis sendiri telah berlangsung sejak akhir September 2026. Para pelajar memblokir akses ke sejumlah sekolah menengah di berbagai wilayah sebagai bentuk protes terhadap kondisi pendidikan yang dinilai memprihatinkan.

Para demonstran antara lain menyoroti fasilitas sekolah yang rusak serta kekurangan tenaga pengajar. Dalam perkembangan berikutnya, aksi tersebut meluas dengan melibatkan orang tua murid, guru, dan serikat pekerja.

Pada Selasa (6/10/2026), demonstrasi berlangsung di berbagai wilayah Prancis dengan jumlah peserta mencapai sekitar 256.000 orang berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri Prancis. Aksi tersebut kemudian diwarnai bentrokan sporadis antara sebagian demonstran dan aparat keamanan.

Sedikitnya 488 orang ditangkap dalam aksi tersebut. Selain itu, sebanyak 43 personel keamanan dilaporkan mengalami luka-luka.

Di Paris, demonstrasi pada awalnya berlangsung relatif damai. Namun, ketegangan meningkat ketika massa mendekati titik akhir rute unjuk rasa di bagian timur ibu kota. Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata, sementara sejumlah demonstran melemparkan batu ke arah aparat antihuru-hara.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi