Akurat Logo

Tentara Yaman Klaim Tewaskan 700 Pejuang Houthi dalam 257 Operasi Militer

Fitra Iskandar | 4 Oktober 2026, 06:51 WIB
Tentara Yaman Klaim Tewaskan 700 Pejuang Houthi dalam 257 Operasi Militer
Tentara Yaman klaim tewaskan 700 pejuang Houthi dalam 257 operasi militer - AA

AKURAT.CO Tentara Yaman mengklaim telah menewaskan sedikitnya 700 pejuang Houthi dalam 257 operasi militer di sejumlah front pertempuran. Operasi tersebut dilakukan menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan peluncur roket.

Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed al-Nuzaili, mengatakan ratusan operasi itu dilakukan pasukan pemerintah di berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataan melalui media sosial, al-Nuzaili mengatakan operasi militer tersebut mencakup wilayah Sanaa, Midi, Baqim, Al-Jawf, Marib, Al-Bayda dan Lahj.

Menurut dia, konsentrasi operasi terbesar berada di front Taiz, salah satu kawasan yang menjadi titik pertempuran penting dalam konflik Yaman.

Tentara Yaman Serang Pusat Komando hingga Gudang Senjata

Al-Nuzaili mengatakan serangan diarahkan ke sejumlah fasilitas dan posisi militer Houthi.

Target operasi mencakup pusat komando dan kendali, konsentrasi pasukan, penumpukan kekuatan tempur, pasukan cadangan, gudang senjata dan amunisi, serta jalur distribusi dan transportasi militer.

Berdasarkan perkiraan awal di medan perang, operasi tersebut disebut telah “menetralisasi sedikitnya 700” pejuang Houthi.

Selain korban jiwa, pasukan pemerintah Yaman juga mengklaim menghancurkan sejumlah target militer strategis dan bernilai tinggi.

Sebanyak 170 kendaraan dan aset tempur disebut ikut hancur dalam rangkaian operasi tersebut.

Yaman Klaim Kemampuan Tempur Houthi Tertekan

Militer Yaman mengatakan kerugian tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan tempur kelompok Houthi.

Menurut al-Nuzaili, kerusakan terhadap fasilitas, kendaraan, persenjataan, serta jalur pasokan militer membatasi kemampuan Houthi untuk melanjutkan serangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.