Akurat Logo

Putin Tegaskan Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Kaliningrad Diserang

Fitra Iskandar | 2 Oktober 2026, 08:15 WIB
Putin Tegaskan Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Kaliningrad Diserang

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow siap menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, jika wilayah Rusia seperti Kaliningrad diserang secara langsung.

Berbicara dalam Forum Valdai di Moskow, Kamis, Putin mengatakan Rusia tidak memiliki rencana untuk menyerang negara-negara Eropa dan tetap menginginkan hubungan damai. Namun, ia memperingatkan bahwa serangan langsung terhadap wilayah Rusia akan mengubah situasi secara drastis.

"Jika terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia, dalam hal ini yang dimaksud adalah Kaliningrad dan mungkin wilayah lainnya, maka penggunaan seluruh senjata yang dimiliki negara kita tentu akan segera menjadi agenda," kata Putin.

Putin menegaskan bahwa langkah tersebut menurutnya tidak dapat dihindari jika Rusia menghadapi serangan langsung.

Kaliningrad di Tengah Negara NATO

Kaliningrad merupakan wilayah Rusia yang berada di antara Polandia dan Lithuania, dua negara anggota NATO. Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan Rusia yang memiliki tingkat militarisasi tinggi dan memiliki posisi strategis di kawasan Baltik.

Putin mengatakan Rusia memahami bahwa NATO memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar. Menurutnya, jika terjadi konfrontasi, aliansi tersebut akan mengandalkan keunggulan militernya.

Putin juga menyinggung kemampuan nuklir Inggris dan Prancis. Ia mengatakan Rusia memahami kekuatan persenjataan kedua negara tersebut, tetapi mengklaim Moskow memiliki sejumlah sistem senjata yang memberikan keunggulan kompetitif.

Pernyataan Putin muncul setelah NATO mengungkapkan bahwa mereka menerima nota diplomatik dari Moskow yang memperingatkan Rusia siap menggunakan senjata nuklir jika aliansi tersebut berupaya memutus akses menuju Kaliningrad.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan aliansi tersebut telah merespons dengan menegaskan bahwa NATO bersifat defensif. Ia juga menyebut ancaman nuklir tidak membantu meredakan ketegangan.

Putin Peringatkan Titik Balik Berbahaya

Hubungan Rusia dan negara-negara Barat terus berada dalam kondisi tegang sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.