Akurat Logo

Argentina Gugat Inggris soal Proyek Minyak Sea Lion di Falkland, Milei Beri Tenggat 2 Minggu

Fitra Iskandar | 29 September 2026, 10:33 WIB
Argentina Gugat Inggris soal Proyek Minyak Sea Lion di Falkland, Milei Beri Tenggat 2 Minggu
Kepulauan Falkland - Polar Latitued Explorations

AKURAT.CO Presiden Argentina Javier Milei memerintahkan langkah arbitrase internasional terhadap Inggris terkait proyek minyak Sea Lion di Kepulauan Falkland atau Malvinas. Buenos Aires menilai eksploitasi sumber daya hidrokarbon di kawasan tersebut dilakukan secara ilegal karena Argentina masih mengklaim kedaulatan atas kepulauan dan perairan di sekitarnya.

Milei mengatakan pada Senin, 28 September 2026, bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Argentina dan tim hukum pemerintah untuk memulai proses arbitrase berdasarkan mekanisme dalam Lampiran VII Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS.

“Saya menginstruksikan Kementerian Luar Negeri dan tim hukum kami untuk memulai arbitrase internasional terhadap Inggris atas penjarahan ilegal sumber daya kami melalui Proyek Sea Lion di Cekungan Falkland Utara,” kata Milei melalui platform X. 

Milei juga memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Inggris untuk menghentikan proyek tersebut. Jika London tidak menghentikan kegiatan yang dipersoalkan Argentina, Buenos Aires mengatakan akan membawa perkara tersebut ke International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) atau Tribunal Internasional Hukum Laut.

Proyek Minyak Sea Lion Jadi Sumber Ketegangan Baru

Proyek Sea Lion berada sekitar 220 kilometer di utara Kepulauan Falkland. Proyek tersebut dikembangkan oleh perusahaan Inggris Rockhopper Exploration dan perusahaan Israel Navitas Petroleum.

Produksi minyak dari proyek tersebut ditargetkan mulai pada 2028. Navitas menyebut dirinya sebagai operator proyek dan memiliki kepentingan 65 persen pada blok terkait, sementara Rockhopper menjadi mitra proyek.

Bagi Argentina, aktivitas eksplorasi dan eksploitasi minyak di kawasan tersebut merupakan tindakan yang tidak sah. Pemerintah Buenos Aires berpendapat bahwa sumber daya alam di landas kontinen yang diklaimnya tidak boleh dieksploitasi secara sepihak selama sengketa kedaulatan dengan Inggris belum diselesaikan.

Kementerian Luar Negeri Argentina sebelumnya telah mengirim nota protes resmi kepada Kedutaan Besar Inggris di Buenos Aires terkait perluasan lisensi hidrokarbon lepas pantai di sekitar Falkland. Protes tersebut juga mencakup persetujuan akuisisi kepemilikan di Blok PL001 oleh Navitas Petroleum Atlantic Limited. 

Argentina dan Inggris Kembali Bersitegang

 Sengketa Argentina dan Inggris soal Falkland bukan persoalan baru. Kepulauan tersebut berada di bawah administrasi Inggris sejak 1833, tetapi Argentina terus mengklaim kedaulatannya dan menyebut wilayah itu sebagai Malvinas. 

Kedua negara bahkan pernah berperang selama 74 hari pada 1982 dalam konflik Falkland. Hingga kini, Inggris tetap mempertahankan kendalinya atas kepulauan tersebut, sementara Argentina terus mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik dan hukum internasional.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada September 2026, Milei kembali menegaskan klaim Argentina atas Falkland dan menyerukan penyelesaian damai dengan Inggris. Perselisihan kembali memanas setelah aktivitas pengeboran dan pengembangan minyak di sekitar kepulauan meningkat.

Proyek Sea Lion Sudah Dihentikan Sementara oleh Pengadilan Argentina

 Langkah arbitrase internasional ini muncul setelah pengadilan federal Argentina sebelumnya memerintahkan penghentian sementara aktivitas pengembangan proyek Sea Lion. 

Pada 16 September 2026, hakim federal Mariel Borruto memerintahkan perusahaan terkait untuk menghentikan kegiatan pengeboran, pembangunan infrastruktur lepas pantai, dan pekerjaan pendukung proyek sampai proses kajian dampak lingkungan dilakukan oleh otoritas Argentina.

 Putusan tersebut menambah jalur hukum yang dihadapi proyek minyak Sea Lion. Di tingkat internasional, pemerintah Milei kini menempuh mekanisme arbitrase berdasarkan UNCLOS untuk mempersoalkan aktivitas hidrokarbon di kawasan yang menjadi sengketa.

Argentina juga sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah terhadap perusahaan yang terkait dengan kegiatan minyak di Falkland. Pemerintah Milei menyatakan aktivitas eksploitasi sumber daya alam di kawasan tersebut bertentangan dengan posisi Argentina mengenai kedaulatan Malvinas.

Inggris Pertahankan Posisi atas Kepulauan Falkland

 Di sisi lain, Inggris mempertahankan posisinya atas Falkland dan mendukung hak penduduk kepulauan tersebut untuk menentukan masa depan mereka sendiri. 

Perbedaan posisi inilah yang membuat proyek minyak Falkland menjadi bagian dari sengketa yang lebih luas antara Buenos Aires dan London. Perkembangan proyek Sea Lion diperkirakan akan terus menjadi isu penting dalam hubungan kedua negara karena menyangkut sumber daya energi sekaligus klaim kedaulatan. 

Dengan ultimatum dua minggu dari Milei, sengketa Argentina vs Inggris soal minyak Falkland kini memasuki babak hukum internasional baru. Jika proyek tidak dihentikan sesuai tuntutan Buenos Aires, Argentina menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke Tribunal Internasional Hukum Laut.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.