Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz, Pezeshkian Izinkan Inspektur Nuklir Masuk

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya masih membuka peluang untuk melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat, namun menegaskan bahwa hubungan kedua negara masih dibayangi krisis kepercayaan yang mendalam. Pernyataan itu disampaikan saat wawancara dengan program Face the Nation di sela Sidang Umum PBB di New York.
Pezeshkian menanggapi usulan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu langsung dengan pejabat Iran. Menurutnya, pertemuan tatap muka hanya mungkin dilakukan jika kedua pihak memiliki tujuan yang jelas dan Amerika Serikat menunjukkan komitmen untuk menghormati setiap kesepakatan.
“Ada atmosfer ketidakpercayaan yang berkembang antara Iran dan Amerika Serikat. Selama mereka terus menjatuhkan sanksi, mengancam, dan menyerang kami, akan sulit untuk membangun kepercayaan,” ujar Pezeshkian.
Iran Ajukan Proposal Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan proposal kepada Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sekaligus memulai kembali perundingan sebagai langkah awal menuju kesepakatan nuklir baru.
Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Iran saat Sidang Umum PBB. Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut.
Pezeshkian mengatakan proses negosiasi dapat dimulai segera apabila Washington menerima tawaran tersebut.
“Begitu mereka menerima proposal ini, prosesnya bisa dimulai pada hari yang sama,” katanya.
Trump Pertimbangkan Kesepakatan atau Eskalasi
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan dirinya menghadapi “keputusan besar” terkait Iran, yakni memilih mencapai kesepakatan baru atau mengambil langkah yang jauh lebih keras terhadap Teheran. Meski sejumlah pejabat tinggi kedua negara telah melakukan pembicaraan tidak langsung melalui mediator, Trump sendiri belum pernah bertemu langsung dengan delegasi Iran.
Pezeshkian menilai sulit membangun dialog jika Amerika Serikat terus mengingkari komitmen yang pernah disepakati.
Ia juga menyalahkan Washington atas runtuhnya nota kesepahaman gencatan senjata pada musim panas lalu. Kesepakatan 60 hari tersebut awalnya dirancang untuk memberi ruang bagi pembahasan masa depan program nuklir Iran, namun gagal setelah meningkatnya konflik di kawasan dan serangan terhadap jalur pelayaran komersial.
Iran Siap Terima Inspektur Nuklir PBB
Dalam perkembangan penting lainnya, Pezeshkian menyatakan Iran siap kembali menerima inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari proses negosiasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







