Inggris dan AS Uji Tembak Torpedo dari Kapal Selam Tanpa Awak dalam Kerangka AUKUS

AKURAT.CO Inggris dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya melakukan uji penembakan torpedo dari kendaraan bawah laut tanpa awak atau uncrewed underwater vehicle (UUV), bukan dari kapal selam yang diawaki manusia.
Pemerintah Inggris mengumumkan uji coba tersebut berlangsung di perairan Inggris pada pekan lalu sebagai bagian dari kerja sama pertahanan AUKUS yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
London menyebut pengujian itu sebagai perkembangan penting dalam teknologi kapal selam tanpa awak dan kemampuan bawah laut negara-negara AUKUS.
Torpedo Diluncurkan dari Drone Bawah Laut Excalibur
Dalam uji coba tersebut, torpedo kelas berat yang dikembangkan bersama oleh Amerika Serikat dan Australia diluncurkan dari Excalibur, kendaraan bawah laut tanpa awak sepanjang sekitar 12 meter yang diproduksi di Inggris.
Penggunaan senjata mematikan dari kendaraan tanpa awak dinilai menunjukkan bahwa teknologi bawah laut otonom mulai dikembangkan untuk menjalankan misi yang lebih luas, tidak hanya untuk pengawasan dan pengintaian.
Peneliti senior Royal United Services Institute (RUSI), Sidharth Kaushal, menyebut perkembangan tersebut sebagai hal yang penting karena menunjukkan potensi sistem tanpa awak untuk menjalankan peran operasional yang lebih kompleks.
Uji coba ini juga sejalan dengan agenda AUKUS Pillar II, yang berfokus pada pengembangan teknologi pertahanan canggih, termasuk kendaraan bawah laut tanpa awak dan sistem otonom. Pemerintah Inggris, Australia, dan AS sebelumnya telah menetapkan proyek bersama untuk mengembangkan muatan dan sistem pendukung bagi UUV.
Inggris Percepat Pengembangan Sistem Otonom
Pengembangan kendaraan militer tanpa awak menjadi bagian dari upaya negara-negara Barat meningkatkan kemampuan pertahanan berbasis teknologi otonom.
Inggris dalam beberapa waktu terakhir juga menguji berbagai sistem otonom untuk kebutuhan militer. Pada September 2026, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan keberhasilan uji coba kawanan drone (drone swarm) dalam lingkungan operasi militer.
Teknologi semacam ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan, pengumpulan informasi, hingga menjalankan misi di wilayah yang berisiko bagi personel militer.
Inggris dan AS Perkuat Kerja Sama AI
Uji coba torpedo tersebut berlangsung ketika Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta





