Krisis Migran Ceuta: Benarkah Maroko Gunakan Migran sebagai Senjata Politik terhadap Spanyol?
AKURAT.CO Pemerintah Spanyol menghadapi tekanan politik dan publik terkait dugaan bahwa Maroko sengaja membiarkan atau bahkan mendorong gelombang migran menuju Ceuta sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Madrid.
Dugaan tersebut muncul setelah puluhan ribu orang berusaha menyeberang dari wilayah Maroko menuju Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara sekaligus bagian dari Uni Eropa.
Gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar itu membuat aparat perbatasan kewalahan. Pemerintah Spanyol kemudian mengerahkan militer untuk membantu mengendalikan situasi.
Krisis tersebut juga dilaporkan menelan korban jiwa. Sekitar 100 orang disebut meninggal dunia akibat kekacauan dan upaya penyeberangan, sementara jumlah korban masih dapat bertambah.
Wali Kota Ceuta Juan Jesús Vivas, yang berasal dari Partai Rakyat (PP) oposisi, menilai keterlibatan atau setidaknya persetujuan Maroko memungkinkan gelombang migrasi tersebut terjadi.
"Pemerintah Maroko berpartisipasi atau memberikan persetujuan sehingga hal ini bisa terjadi," kata Vivas dalam konferensi pers di Brussels.
Polisi Maroko Diduga Tidak Menghentikan Arus Migran
Maroko dengan tegas membantah tuduhan bahwa negaranya sengaja menggunakan migran untuk menyerang atau menekan Spanyol.
Namun, tuduhan tersebut mendapat perhatian serius di Spanyol karena aparat keamanan Maroko disebut tidak melakukan intervensi selama sekitar 10 jam ketika ribuan migran bergerak menuju Ceuta.
Informasi dari kepolisian perbatasan Spanyol bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan aparat Maroko dalam mengarahkan kelompok besar migran menuju wilayah Ceuta.
Sejumlah aparat berpakaian sipil juga disebut teridentifikasi berada di tengah kerumunan.
Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan pengadilan di Spanyol. Salah satu pengadilan tinggi negara itu untuk sementara menilai kemungkinan bahwa para migran dieksploitasi sebagai alat dalam bentuk hybrid warfare atau perang hibrida.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







