Partai Sayap Kanan AfD Menang di Jerman, Sinyal Bahaya bagi Eropa?

AKURAT.CO Kemenangan partai sayap kanan Alternative fur Deutschland (AfD) dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman, bukan sekadar hasil pemilu daerah. Di mata banyak negara Eropa, kemenangan tersebut menjadi tanda bahwa gelombang politik sayap kanan yang selama beberapa tahun terakhir menguat di berbagai negara mulai memasuki fase yang lebih serius.
Dalam beberapa tahun terakhir, partai-partai kanan populis memang semakin mendapatkan tempat di Eropa. Austria, Hungaria, Prancis, Inggris hingga Italia mengalami perubahan lanskap politik dengan menguatnya isu imigrasi, nasionalisme, keresahan ekonomi dan ketidakpuasan terhadap partai-partai arus utama.
Fenomena tersebut sekilas mirip dengan kebangkitan partai populis sayap kanan di negara lain, termasuk One Nation di Australia. Namun, perkembangan AfD di Jerman dinilai memiliki dimensi yang berbeda. Alasannya, Jerman memiliki sejarah khusus dengan politik ekstrem kanan.
Jerman adalah negara yang pernah berada di bawah pemerintahan Adolf Hitler dan Partai Nazi. Karena itu, sejak berakhirnya Perang Dunia II, sistem politik Jerman dibangun dengan berbagai mekanisme untuk mencegah munculnya kembali kekuatan politik yang dapat mengancam demokrasi.
Kebangkitan AfD menjadi sensitif karena sebagian agenda dan pernyataan dari lingkungan partai tersebut dianggap berhadapan langsung dengan ingatan sejarah itu.
Mengapa kemenangan AfD begitu penting?
AfD sebenarnya bukan partai baru. Partai ini berdiri pada 2013 dan awalnya dikenal karena sikap kritis terhadap Uni Eropa. Namun, dalam perkembangannya, isu imigrasi dan nasionalisme menjadi bagian penting dari politik partai tersebut.
Dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt, AfD berhasil menjadi kekuatan utama. Kemenangan itu penting karena negara bagian tersebut berada di bekas Jerman Timur, wilayah yang selama ini menjadi basis kuat AfD.
Namun persoalannya tidak berhenti di tingkat negara bagian.
AfD secara terbuka melihat kemenangan tersebut sebagai pijakan menuju kekuasaan nasional pada pemilu 2029. Slogan kampanyenya, "It starts here", menggambarkan ambisi tersebut.
Perkembangan itu menjadi semakin serius karena AfD juga disebut memimpin jajak pendapat nasional dengan sekitar 28 persen dukungan, sementara CDU yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz berada di sekitar 20 persen.
Dengan kata lain, AfD tidak lagi bisa dianggap semata-mata sebagai fenomena politik di wilayah bekas Jerman Timur.
Apa sebenarnya yang ditawarkan AfD?
Salah satu tema utama AfD adalah imigrasi.
Partai ini mengusulkan deportasi dalam jumlah besar terhadap migran, memperluas penahanan bagi mereka yang menunggu proses deportasi, mewajibkan pencari suaka untuk bekerja serta memangkas pendanaan negara untuk berbagai program integrasi.
Namun agenda AfD tidak hanya berkaitan dengan imigrasi.
Partai tersebut juga ingin mengubah sejumlah kebijakan pendidikan dan kebudayaan. Salah satunya adalah perubahan cara sejarah Jerman diajarkan di sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







