JD Vance Tolak Sebut Konflik Iran-AS sebagai Perang, Hindari Prediksi Berakhir Sebelum Pemilu AS

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menolak menyebut konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran sebagai “perang”, meski pertempuran dan serangan balasan masih berlangsung. Vance juga enggan memprediksi apakah konflik yang telah berlangsung sekitar enam bulan itu akan berakhir sebelum pemilu sela Kongres AS pada 3 November.
“Saya tidak akan menyebutnya perang. Saat ini tidak ada penembakan aktif,” kata Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (3/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran pada hari yang sama melancarkan serangan ke Kuwait, salah satu sekutu AS di kawasan Teluk, sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan terhadap operasi militer Amerika di Iran.
Vance Hindari Tenggat Waktu
Vance mengatakan Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk melancarkan serangan terhadap Iran karena Teheran masih menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Namun, ia menolak menetapkan batas waktu kapan konflik akan berakhir.
“Saya tidak ingin menetapkan jadwal yang dibuat-buat,” ujar Vance.
Menurutnya, berakhirnya konflik sangat bergantung pada keputusan Iran untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
“Ketika Anda bertanya kapan ini akan berakhir, sebenarnya Anda bertanya kapan Iran akan berhenti menembaki kapal. Saya tidak tahu jawabannya. Anda harus bertanya kepada Iran,” katanya.
Konflik Tekan Harga Minyak dan Inflasi AS
Upaya Vance mengecilkan intensitas konflik menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang pemilu sela.
Partai Republik berusaha mempertahankan mayoritas tipis di Kongres, sementara konflik Iran yang tidak populer mulai memberikan tekanan terhadap harga energi dan inflasi Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang






