Akurat Logo

AS Membantah Klaim Iran Kapal Tanker Terkena Ranjau di Selat Hormuz

Fitra Iskandar | 1 September 2026, 08:41 WIB
AS Membantah Klaim Iran Kapal Tanker Terkena Ranjau di Selat Hormuz

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat (AS) membantah laporan Iran yang menyebut sebuah kapal tanker minyak menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut informasi tersebut sebagai disinformasi.

“Tidak ada kapal yang menghantam ranjau di Selat Hormuz,” kata CENTCOM melalui akun media sosial X, Senin (31/8/2026).

CENTCOM menegaskan klaim dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahwa sebuah kapal tanker mengalami kerusakan merupakan upaya untuk menimbulkan ketakutan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.

Komando AS itu menyebut laporan tersebut sebagai bagian dari upaya “mengintimidasi” pelayaran komersial melalui penyebaran “disinformasi”.

Sebelumnya, IRGC mengklaim sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam dua ranjau laut ketika mencoba menggunakan rute yang disebut Iran sebagai jalur “ilegal” di Selat Hormuz.

IRGC menyatakan kapal tersebut “berhenti sepenuhnya setelah terkena dua ranjau laut”. Pernyataan itu disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB.

Namun, IRGC tidak memberikan informasi mengenai kemungkinan korban maupun tingkat kerusakan yang dialami kapal tanker tersebut.

IRGC juga meminta seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz mematuhi prosedur pelayaran yang telah diumumkan pemerintah Iran.

Trump Klaim Ranjau Telah Dibersihkan

Perselisihan mengenai keberadaan ranjau di Selat Hormuz muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan seluruh ranjau di jalur strategis tersebut telah disingkirkan.

Trump juga memperingatkan akan menerapkan kebijakan “toleransi nol” terhadap pemasangan ranjau baru di Selat Hormuz. Ia mengatakan AS menggunakan teknologi Space Force untuk memantau kawasan tersebut dengan tingkat presisi tinggi.

Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan bahwa “tidak ada seorang pun selain Iran yang mengetahui lokasi” ranjau-ranjau di perairan strategis tersebut.

Ketegangan di kawasan itu semakin meningkat setelah pasukan AS pada Minggu menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Serangan tersebut menjadi serangan pertama AS terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak dan perdagangan energi global.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.