AS Cabut Status Terorisme Suriah, Ahmed al-Sharaa Sebut Babak Kelam Telah Berakhir

AKURAT.CO Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut keputusan Amerika Serikat yang mencabut status dan sejumlah pembatasan terkait Suriah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai momentum bagi negaranya untuk meninggalkan masa lalu yang kelam dan memasuki fase baru pembangunan serta pemulihan ekonomi.
Dalam pidatonya kepada rakyat Suriah, Senin, al-Sharaa mengatakan negaranya kini tengah “menghapus beban gelap dan mencabut satu bab menyakitkan dari masa lalu”.
“Rakyat Suriah yang besar, kalian telah melakukannya lagi. Sanksi telah dicabut dan pembatasan dihapus,” kata al-Sharaa seperti dilaporkan kantor berita resmi Suriah, SANA.
Ia berharap keputusan tersebut menjadi awal bagi Suriah untuk mempercepat pembangunan, rekonstruksi, dan kemajuan nasional.
Al-Sharaa juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump serta negara-negara yang selama ini mendukung aspirasi rakyat Suriah.
“Saya berdoa kepada Tuhan agar membantu kami melayani kalian,” ujarnya.
AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme
Keputusan tersebut bertepatan dengan pengumuman resmi Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) mengenai perubahan aturan sanksi terhadap Suriah.
Salah satu keputusan penting Washington adalah menghapus Suriah dari daftar State Sponsors of Terrorism atau negara sponsor terorisme.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintahan Trump untuk mengurangi berbagai pembatasan terhadap Suriah sekaligus membuka peluang baru bagi pemulihan ekonomi negara tersebut.
Marco Rubio: Hambatan Investasi Mulai Dihapus
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pencabutan status tersebut dilakukan setelah seluruh prosedur hukum, termasuk proses peninjauan Kongres, diselesaikan tanpa keberatan.
Menurut Rubio, keputusan tersebut menghilangkan salah satu hambatan besar bagi masuknya investasi sektor swasta ke Suriah.
Washington juga menyebut kebijakan itu sebagai pengakuan terhadap langkah-langkah yang dinilai positif dan berkelanjutan dari pemerintahan Ahmed al-Sharaa.
Pemerintah Suriah dinilai menunjukkan komitmen untuk menjauhkan negara tersebut dari aktivitas terorisme internasional.
Dengan dicabutnya sejumlah pembatasan, sektor swasta dan investor asing berpotensi mendapatkan ruang lebih besar untuk beraktivitas di pasar Suriah.
AS Cabut Penetapan Hayat Tahrir al-Sham
Perubahan kebijakan AS juga mencakup langkah terhadap Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.
Departemen Luar Negeri AS mencabut penetapan Jabhat al-Nusra atau HTS sebagai Specially Designated Global Terrorist Organization.
OFAC kemudian menghapus HTS dari daftar Specially Designated Nationals and Blocked Persons.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








