Berhenti Lebih dari Dua Bulan, AS Kembali Serang Kapal Dugaan Pengedar Narkoba di Pasifik

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di kawasan Pasifik Timur. Serangan pada Minggu (23/8/2026) tersebut menewaskan dua orang yang disebut sebagai pelaku perdagangan narkotika.
Komando Selatan AS atau US Southern Command (SOUTHCOM) mengumumkan serangan tersebut pada Senin (24/8). Operasi ini menjadi serangan pertama terhadap kapal yang diduga terkait jaringan narkoba setelah lebih dari dua bulan jeda.
Militer AS menyebut sasaran merupakan kapal berprofil rendah yang beroperasi di sepanjang jalur perdagangan narkoba di Pasifik Timur. Namun, seperti dalam sejumlah operasi sebelumnya, SOUTHCOM tidak memberikan bukti publik yang menunjukkan bahwa kapal tersebut benar-benar mengangkut narkotika.
Serangan terbaru ini menambah jumlah korban dalam kampanye militer AS terhadap kapal-kapal yang dituding terlibat perdagangan narkoba di kawasan Amerika Latin. Dalam hampir setahun operasi, sedikitnya 223 orang tewas dalam 67 serangan.
SOUTHCOM menyatakan operasi tersebut telah menghancurkan 64 kapal cepat, tiga kapal berprofil rendah, dan satu kapal semi-submersible.
Komandan SOUTHCOM Jenderal Francis Donovan mengatakan operasi tersebut bertujuan mengganggu jaringan perdagangan narkoba dan membongkar kelompok kriminal yang dianggap mengancam keamanan kawasan.
“Kami berkomitmen memberikan tekanan sistematis terhadap kelompok narkoteroris, mengganggu operasi mereka, menghancurkan kepemimpinan mereka, dan memberantas teror kartel di kawasan,” kata Donovan.
Kembalinya serangan tersebut terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya memperluas operasi terhadap kelompok kriminal hingga ke daratan sejumlah negara Amerika Latin.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan Kolombia, Guatemala, dan Honduras telah menyetujui operasi militer bersama dengan AS untuk melawan kelompok kriminal di wilayah masing-masing. Namun, Guatemala membantah telah mencapai kesepakatan semacam itu.
Sementara itu, Ekuador telah menjalankan misi serupa bersama AS sejak Maret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia







