Akurat Logo

Kekeringan Eropa Ungkap Bom dan Senjata Perang Dunia yang Terkubur Puluhan Tahun

Fitra Iskandar | 22 Agustus 2026, 20:22 WIB
Kekeringan Eropa Ungkap Bom dan Senjata Perang Dunia yang Terkubur Puluhan Tahun
Peninggalan PD II yang terlihat saat sungai Danube kering - Marine Indusry News

AKURAT.CO Kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa tidak hanya menyebabkan sungai menyusut dan kebakaran hutan meluas. Kondisi tersebut juga mulai mengungkap jejak mematikan dari masa lalu berupa amunisi, kendaraan militer, kapal perang, hingga bom yang terkubur sejak Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Kebakaran hutan yang melanda sejumlah negara Eropa sepanjang musim panas tahun ini bahkan meningkatkan risiko ledakan amunisi yang belum meledak atau unexploded ordnance (UXO).

Api telah membakar wilayah yang luas di Eropa Barat ketika benua tersebut menghadapi suhu ekstrem dan kekeringan. Di tengah upaya memadamkan kebakaran, petugas juga harus menghadapi ancaman ledakan dari persenjataan yang masih tertanam di dalam tanah.

Ledakan terkait amunisi peninggalan perang dilaporkan terjadi di Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda.

Peneliti perdamaian dan konflik dari School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London, Sarah Njeri, mengatakan perubahan iklim kini turut mempercepat proses terbukanya kembali peninggalan perang yang sebelumnya terkubur dan relatif stabil.

"Perubahan iklim kini melakukan pekerjaan untuk menggali kembali dan mengaktifkan kembali sesuatu yang sebelumnya stabil," kata Njeri.

Kebakaran Hutan Ungkap Amunisi Perang Dunia II

Salah satu kebakaran di dekat Bordeaux, Prancis bagian barat daya, mengungkap tumpukan yang diduga merupakan amunisi era Perang Dunia II.

Sementara itu, di Provinsi Liege, Belgia bagian timur, otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan keberadaan amunisi yang terkubur di area yang terbakar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.