Tragis! Dua Kapal Pengungsi Rohingya Diduga Tenggelam, Hampir 300 Orang Dilaporkan Hilang di Laut Andaman

AKURAT.CO Tragedi kembali menimpa etnis Muslim Rohingya yang berusaha melarikan diri dari konflik dan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Myanmar. Dua kapal yang mengangkut ratusan pengungsi Rohingya dilaporkan tenggelam di perairan Myanmar, menyebabkan hampir 300 orang diduga hilang atau meninggal dunia, menurut pernyataan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selama bertahun-tahun, warga Rohingya mempertaruhkan nyawa dengan menumpangi kapal-kapal kayu berukuran kecil dan sederhana untuk meninggalkan Myanmar maupun kamp-kamp pengungsian yang padat di Bangladesh. Mereka berharap dapat mencapai negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, atau Thailand demi memperoleh perlindungan dan kehidupan yang lebih layak.
Menurut laporan PBB, kapal pertama yang membawa sekitar 250 penumpang kehilangan kontak tidak lama setelah berangkat. Sementara itu, kapal kedua yang mengangkut sekitar 280 orang diduga tenggelam di lepas pantai Ayeyarwady, Myanmar, pada 8 Juli.
Badan-badan PBB menyebut kedua pelayaran tersebut dilakukan di luar musim pelayaran yang normal, ketika kondisi laut di Laut Andaman dan Teluk Benggala umumnya lebih berbahaya akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
"Perjalanan ini dilakukan di luar musim pelayaran reguler, ketika kondisi maritim biasanya jauh lebih berisiko," demikian bunyi pernyataan bersama lembaga-lembaga PBB.
Hampir 300 Orang Hilang Sepanjang 2026
Menurut data terbaru PBB, sepanjang tahun ini hampir 300 orang dilaporkan hilang atau tewas di kawasan Laut Andaman dan Teluk Benggala. Korban terdiri atas pengungsi Rohingya serta sejumlah warga Bangladesh yang turut menempuh jalur laut berbahaya tersebut.
Organisasi kemanusiaan kembali mengingatkan bahwa minimnya akses terhadap perlindungan, konflik berkepanjangan di Myanmar, serta kondisi kehidupan yang memprihatinkan di kamp-kamp pengungsian terus mendorong ribuan Rohingya mengambil risiko besar dengan menyeberangi lautan menggunakan kapal yang tidak layak.
PBB mendesak negara-negara di kawasan untuk memperkuat upaya penyelamatan di laut serta meningkatkan perlindungan terhadap para pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan dan krisis kemanusiaan.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








