1 Pelaut Tewas dan 10 Lainnya Terluka karena Serangan di Selat Hormuz, India Protes Keras Iran

AKURAT.CO Pemerintah India melayangkan protes keras atas serangan terhadap dua kapal dagang di Selat Hormuz yang menewaskan satu pelaut asal India dan melukai sedikitnya 10 lainnya. Insiden tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri India pada Senin (14/7) mengecam keras aksi kekerasan yang menyasar kapal komersial MT Al Bahiyah dan MT Mombasa, yang saat itu mengangkut puluhan awak berkewarganegaraan India.
Satu Pelaut India Tewas
Menurut Kementerian Luar Negeri India, kedua kapal tersebut membawa total 30 pelaut India dari keseluruhan 46 awak kapal.
Di atas kapal MT Al Bahiyah, terdapat 12 warga negara India. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, MT Mombasa membawa 18 pelaut India. Sebanyak sembilan orang mengalami luka akibat serangan, termasuk dua korban yang dilaporkan dalam kondisi serius.
Pemerintah India menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.
India Panggil Diplomat Iran
Sebagai respons atas insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri India memanggil Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Iran di New Delhi untuk menyampaikan nota protes resmi.
Dalam pernyataannya, India mengutuk keras setiap bentuk serangan terhadap pelaut sipil maupun kapal dagang yang mengganggu kebebasan navigasi di jalur internasional seperti Selat Hormuz.
Meski tidak secara terbuka menyalahkan pihak tertentu atas serangan tersebut, pemerintah India menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap kapal komersial tidak dapat dibenarkan.
Serukan Penghentian Kekerasan
India juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kembali ketegangan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).
Pemerintah mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan aksi militer dan kembali menempuh jalur dialog serta diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan.
Kementerian Luar Negeri India menegaskan bahwa kapal-kapal dagang dan infrastruktur sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan karena dapat mengganggu perdagangan internasional dan membahayakan keselamatan pelaut.
Sumber: OutlookIndia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







