Tolak Bertemu Langsung dengan AS di Qatar, Apa Maunya Iran?

AKURAT.CO Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat kembali menghadapi hambatan. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menggelar pembicaraan teknis maupun pertemuan langsung dengan delegasi Amerika Serikat selama kedua negara berada di Doha, Qatar, pekan ini.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan delegasi Teheran hanya akan bertemu dengan para mediator untuk membahas perkembangan implementasi nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang sebelumnya disepakati.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat juga dijadwalkan melakukan pertemuan terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan.
Delegasi AS dipimpin oleh Utusan Khusus Steve Witkoff, didampingi Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya dijadwalkan bertemu Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.
Pada Rabu, delegasi Iran dan Amerika akan melakukan pembicaraan secara tidak langsung melalui mediator, tanpa saling bertatap muka.
Dana Iran Rp97 Triliun Masih Jadi Perdebatan
Salah satu isu utama yang dibahas adalah dana milik Iran senilai US$6 miliar atau sekitar Rp97 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) yang hingga kini masih dibekukan di Qatar.
Baghaei menyatakan Iran akan membahas perkembangan pencairan dana tersebut bersama mediator Qatar.
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menegaskan bahwa dana tersebut belum dipindahkan kepada Iran dan proses administrasi terkait pencairannya juga belum selesai.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan optimistis bahwa sekitar US$6 miliar dari total US$12 miliar aset Iran yang berada di Qatar akan segera dapat dikembalikan.
AS Belum Bersedia Lepas Aset Iran
Meski demikian, Washington tetap bersikeras bahwa Iran belum bisa mengakses dana tersebut sampai memenuhi sejumlah ketentuan dalam nota kesepahaman.
Salah satu syarat utama adalah jaminan bahwa Iran tetap menjaga keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Selain itu, nota kesepahaman juga memuat komitmen gencatan senjata menyeluruh, termasuk penghentian konflik di Lebanon yang melibatkan Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Namun, pemerintah Israel menegaskan tidak terikat pada kesepakatan tersebut karena tidak ikut menandatangani maupun terlibat dalam proses perundingan.
Ketegangan Militer Bayangi Diplomasi
Upaya diplomasi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan militer pada akhir pekan lalu. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang baru berjalan dapat kembali runtuh.
Sebelumnya, kedua negara sempat melakukan pembicaraan langsung di Jenewa pada Juni lalu setelah menandatangani nota kesepahaman yang didukung Amerika Serikat. Kesepakatan itu membuka masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu-isu strategis.
Agenda utama perundingan meliputi masa depan program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran, serta pengaturan keamanan di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital bagi pasokan energi dunia.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan Iran dan Amerika Serikat akan kembali menggelar perundingan langsung. Sikap kedua negara yang masih bertahan pada posisi masing-masing membuat peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih penuh tantangan.
Sumber: Washingtonpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







