Israel Akui Batasi Operasi terhadap Hizbullah karena Prioritas Diplomasi AS–Iran

AKURAT.CO Pemerintah Israel mengungkapkan bahwa rencana operasi militer yang lebih luas terhadap Hizbullah di Lebanon sebelumnya dibatasi karena Amerika Serikat memprioritaskan proses negosiasi dengan Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer Israel sempat menyiapkan serangan udara berskala besar terhadap target-target Hizbullah, namun rencana tersebut tidak dijalankan karena pertimbangan strategis Washington.
“Seandainya tidak ada tekanan Amerika terhadap Israel, IDF akan menyebabkan keruntuhan Hizbullah di Lebanon,” ujar Katz, dikutip Pars Today, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Sindiran Toy Story 5 Nyata! Ini Alasan Ganti Tablet Anak ke Kindle Color
Menurut dia, pemerintahan Presiden AS Donald Trump saat itu menghubungkan perkembangan situasi di Lebanon dengan jalannya diplomasi antara Washington dan Teheran.
“Saya menyesal dengan keterkaitan itu, tetapi itu adalah kepentingan Amerika. Mereka sangat ingin memajukan kemungkinan negosiasi dengan Iran,” katanya.
Katz menyebut hubungan strategis dengan Amerika Serikat memberi keuntungan bagi Israel, tetapi di saat yang sama juga menghadirkan batasan dalam pengambilan keputusan militer.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif antara Washington dan Tel Aviv berlangsung menjelang tercapainya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran.
Akibat kondisi tersebut, Israel disebut menyesuaikan pendekatan militernya dengan beralih pada strategi yang lebih terbatas. Fokus operasi diarahkan ke wilayah utara Sungai Litani dan penguatan zona keamanan di Lebanon selatan.
Meski demikian, Israel menegaskan tetap mempertahankan opsi respons apabila Iran terlibat secara langsung dalam konflik.
“IDF siap, tetapi kami tidak akan mengganggu arah kebijakan Presiden Amerika Serikat terhadap Iran,” ujar Katz.
Baca Juga: Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
Di tengah dinamika diplomatik tersebut, militer Israel menyatakan operasi terhadap target Hizbullah di Lebanon selatan tetap berlangsung.
Pernyataan Katz memperlihatkan bahwa kebijakan keamanan Israel di Lebanon tidak sepenuhnya berdiri sendiri, tetapi juga dipengaruhi agenda diplomasi dan kepentingan geopolitik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan




