Akurat Logo

Dukungan ke Israel Mulai Retak, Survei Ungkap Mayoritas Republikan Muda AS Berbalik Arah

Fitra Iskandar | 29 Juni 2026, 10:17 WIB
Dukungan ke Israel Mulai Retak, Survei Ungkap Mayoritas Republikan Muda AS Berbalik Arah
Dukungan ke Israel Mulai Retak, Survei Ungkap Mayoritas Republikan Muda AS Berbalik Arah. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Dukungan Partai Republik Amerika Serikat terhadap Israel yang selama puluhan tahun dikenal sangat kuat mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Sejumlah survei terbaru mengungkap semakin banyak pemilih muda Partai Republik yang kini memandang Israel secara negatif, memicu pertanyaan mengenai masa depan hubungan politik kedua negara.

Laporan Axios menyebut perubahan sikap ini terjadi di tengah perang berkepanjangan di Gaza serta meningkatnya ketegangan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait upaya mengakhiri konflik dengan Iran.

Direktur University of Maryland Critical Issues Poll, Shibley Telhami, mengatakan perubahan besar tengah terjadi di kalangan generasi muda Partai Republik.

"Sesuatu benar-benar sedang berkembang di kalangan Republikan muda," ujarnya.

Perang Gaza Ubah Sikap Pemilih Muda

Selama bertahun-tahun Netanyahu berupaya memperkuat hubungan dengan Partai Republik sebagai kompensasi atas menurunnya dukungan dari Partai Demokrat terhadap Israel.

Namun, perang di Gaza dan berbagai dinamika politik terbaru justru mulai menggerus basis dukungan tersebut, terutama di kalangan konservatif muda.

Menurut laporan Axios, sejumlah survei menunjukkan semakin banyak Republikan muda mempertanyakan kebijakan Israel maupun besarnya dukungan Washington terhadap sekutu lamanya tersebut.

Mayoritas Republikan Muda Punya Pandangan Negatif terhadap Israel

Survei Pew Research Center pada April menunjukkan sekitar 40 persen pemilih Partai Republik memiliki pandangan yang tidak menguntungkan terhadap Israel.

Persentase itu melonjak menjadi 57 persen di kalangan Republikan berusia 18 hingga 49 tahun.

Sebaliknya, hanya sekitar seperempat pemilih Partai Republik berusia 50 tahun ke atas yang memiliki pandangan negatif terhadap Israel.

Hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan antargenerasi yang semakin nyata dalam tubuh Partai Republik terkait isu Timur Tengah.

Semakin Banyak Republikan Nilai AS Terlalu Mendukung Israel

Survei Quinnipiac University yang dirilis bulan ini juga menemukan satu dari lima pemilih Partai Republik menilai Amerika Serikat terlalu memberikan dukungan kepada Israel.

Angka tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sementara itu, survei University of Maryland Critical Issues Poll memperlihatkan hanya 46 persen pemilih Partai Republik yang menilai tindakan militer Israel di Gaza dapat dibenarkan sebagai bentuk pembelaan diri.

Di kelompok usia 18 hingga 34 tahun, dukungan terhadap operasi militer Israel bahkan turun drastis. Hanya 22 persen responden yang menyatakan mendukung aksi militer Israel di Gaza.

Tokoh Konservatif Mulai Mengkritik Israel

Perubahan sikap tersebut juga dipengaruhi oleh semakin banyak tokoh konservatif berpengaruh yang mengkritik kebijakan Israel maupun keterlibatan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Sejumlah figur dari kubu "America First", seperti Tucker Carlson, Megyn Kelly, dan mantan anggota Kongres dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene, secara terbuka mempertanyakan besarnya dukungan Washington terhadap Israel.

Mereka menilai Amerika Serikat seharusnya lebih memprioritaskan kepentingan domestik dibanding terlibat dalam konflik luar negeri.

JD Vance Sindir Pemerintah Netanyahu

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance juga sempat melontarkan kritik terhadap pejabat Israel yang menentang upaya diplomasi terkait Iran.

Menurut Vance, pemerintah Israel seharusnya tidak menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih dimilikinya.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa perbedaan pandangan mengenai Israel kini tidak hanya muncul di kalangan pemilih Partai Republik, tetapi juga mulai terlihat di lingkaran pemerintahan Trump.

Munculnya perubahan sikap di kalangan Republikan muda menjadi tantangan baru bagi Israel. Jika tren ini terus berlanjut, dukungan politik yang selama ini menjadi salah satu pilar utama hubungan Israel-Amerika Serikat berpotensi mengalami perubahan signifikan pada masa mendatang.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.